Lokasi Gempa Likuefaksi di Kota Palu Akan Jadi Ruang Terbuka Hijau

Lokasi Gempa Likuefaksi di Kota Palu Akan Jadi Ruang Terbuka Hijau
Pandangan udara Perumnas Balaroa yang rusak dan ambles akibat gempa bumi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Meski tidak terdampak tsunami, Perumnas Balaroa terkubur tanah yang mengalami likuifaksi atau ambles. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Bagikan :

BERITA RIAU, Jakarta – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tiga kelurahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yaitu Petobo, Balaroa dan Jono Oge akan ditutup dan tak lagi dijadikan hunian masyarakat.

Di wilayah yang ditelan lumpur atau likuifaksi itu, pemerintah berencana membangun ruang terbuka hijau dan monumen untuk dijadikan sebagai tempat bersejarah.

“Lokasi likuifaksi itu akan ditutup dan akan dijadikan ruang terbuka hijau serta menjadi memorial park atau tempat bersejarah dan akan dibangun monumen.” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga:   Ilmuwan Asing: Ada Hal Mengejutkan di Peristiwa Tsunami Palu, Apa Itu ?

Selain itu, ia mengungkapkan, para korban yang selamat dari musibah itu akan menggelar doa bersama untuk para korban yang tewas. Doa bersama rencana akan dilakukan pada Kamis besok.

Doa bersama itu juga bertepatan dengan berakhirnya masa pencarian korban di lokasi likuifaksi Kota Palu. Penghentian pencarian tersebut mempertimbangkan kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan membusuk dan sudah tak lagi dikenali.

“Korban yang berhasil dievakuasi, jika sudah 14 hari itu sudah melepuh atau susah dikenali. Jenazah yang ditemukan langsung dimakamkan. Karena berpotensi menimbulkan penyakit,” ungkap Sutopo.

Baca Juga:   Promosi Pariwisata Sulawesi Tengah Dihentikan Sementara

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menghentikan pencarian korban meninggal dunia pada Kamis besok di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Wilayah yang akan dihentikan itu yakni di Kelurahan Petobo, Balaroa dan Jono Oge.

Sutopo mengatakan, ketiga daerah yang dihentikan untuk pencarian korban itu merupakan wilayah yang terjadi atau terkena likuifaksi.

“Jadi mulai 11 Oktober 2018 secara resmi proses evakuasi disetop,” kata Sutopo.

 

Baca Juga:   Sebanyak 832 Korban Tewas Gempa Palu dan Donggala Akan Dikubur Massal

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, total jumlah itu berdasarkan data yang didapat dari beberapa lokasi seperti di Donggala, Palu, Sigi dan Moutoung.

“2.010 korban meninggal dunia. Perinciannya 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

 

Sumber : Liputan6.com



Be Smart, Read More