Bupati Indragiri Hilir Minta Warga Tak Bermukim di Bibir Sungai, Akibat Longsor 40 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Bagikan :

BERITA RIAU, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Perigi, Kecamatan Tanah Merah, Minggu (4/8/2019). Disaat bersamaan, Bupati juga menyerahkan bantuan sosial kepada para korban bencana tanah longsor yang terjadi Jumat (2/8/2019).

Kedatangan Bupati ke lokasi longsor yang mengahncurkan 10 unit rumah warga tersebut turut didampingi pula oleh sang Istri, Zulaikhah Wardan yang sekaligus adalah Ketua PMI Kabupaten Inhil.

Bantuan Sosial yang diserahkan Bupati Inhil kepada korban bencana tanah longsor adalah berupa peralatan rumah tangga, sembako serta pakaian sekolah yang berasal dari PMI Kabupaten Inhil, Dinas Sosial Kabupaten Inhil dan BPBD Kabupaten Inhil.

Baca Juga:   Malang Banget Nasib Model Cantik Ini, Diculik dan Akan Dijadikan Budak Nafsu, Begini Kisahnya

Bupati menyampaikan kepada seluruh warga korban bencana tanah longsor agar dapat senantiasa bersabar dalam menghadapi musibah.

“Bencana dapat terjadi kapan saja dimana saja, semua terjadi berdasarkan kehendak yang maha kuasa. Ini adalah cobaan. Semoga kita bisa mengambil hikmah di balik kejadian tersebut,” pesan Bupati.

Guna mengantisipasi timbulnya korban bencana tanah longsor ke depan, Bupati mengimbau kepada Camat untuk menyusun tata ruang pembangunan permukiman warga agar sedikit berada jauh dari tepi pantai atau pinggir sungai.

“Tentunya, kita tidak ingin hal ini terus terjadi. Kedepan, tata ruang pembangunan harus disusun sebaik mungkin guna mengantisipasi timbulny korban bencana yang kehilangan tempat tinggal,” imbaunya.

Baca Juga:   Anak Tukang Becak di Kabupaten Kepulauan Meranti Wakili Riau Dalam Parlemen Remaja di Jakarta

Menurut Camat Tanah Merah, Yuliargo, arahan Bupati Inhil terhadap pembanguan perumahan agar lokasinya jauh dari pinggir pantai, telah disosialisasikan oleh pihak kecamatan kepada masyarakat sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, pihak Kecamatan juga sudah menyiapkan lahan gratis bagi masyarakat yang akan membangun perumahan.

Sementara itu, akibat longsor tersebut, 40 warga yang terdiri dari 09 Kepala Keluarga harua kehilangan tempat tinggal, karena rumah mereka runtuh akibat longsor tersebut.

 

Sumber : www.goriau.com



Be Smart, Read More