Gubri Syamsuar Teken MoU Investasi Pariwisata dan Stadion Utama dengan Investor Singapura

Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Potensi pariwisata di Provinsi Riau sangat besar dan harus dikembangkan, sejalan dengan visi misi Provinsi Riau 2019-2024. Untuk menyatukan persepsi dan keseriusan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menandatangani MoU dengan investor asal Singapura untuk investasi pariwisata di Pulau Rupat (Kabupaten Bengkalis) dan Stadion Utama Riau.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, Doni Aprialdi mengatakan kepada GoRiau.com, pihak Singapura melihat Stadion Utama Riau sangat memiliki potensi yang besar. Dimana selain menjadi ikon Riau, tempat ini bisa menjadi objek wisata ketika wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Riau.

Baca Juga:   Pemerintah Kepulauan Meranti Akan Mendirikan SMK Pelayaran

“Kalau Stadion Utama Riau bagus dan menjadi destinasi wisata, tentu akan membuat hunian hotel menjadi penuh. Serta, akan banyak bermunculan tempat kuliner yang berkelas. Sehingga olahraga bisa ikut andil dalam perkembangan pariwisata di Riau,” ucap Doni, Minggu (19/1/2020).

Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, bahwa Kawasan Pulau Rupat disiapkan sebagai kawasan strategis wisata nasional. Kedepannya Pemprov Riau memiliki rencana besar dalam pengembangan Pulau Rupat dan merangkai wisata di pulau-pulau yang ada di Sumatera ke depannya.

“Selain pariwisata, investor dari Singapura juga tertarik melakukan investasi di Stadion Utama Riau. Dengan adanya pemain dunia yang merumput di Stadion Utama Riau, akan memberikan dampak besar terhadap kunjungan wisatawan ke Riau,” ungkap Syamsuar.

Baca Juga:   Pemetaan Lokasi Cari Lion Air Jatuh di Karawang Menjadi Terkendala Basarnas

Tahun ini, dikatakan Syamsuar, perbaikan terhadap stadion kebanggaan masyarakat Riau mulai diperbaiki. Untuk itu, sudah menjadi tanggungjawab semua pihak untuk bisa menjaga aset yang nilainya sangat besar ini.

“Ini kan stadionnya masyarakat Riau, jadi kita sama-sama menjaga. Jangan kita rusak atau kotori dengan hal-hal negatif. Bagaimana pun juga, pemerintah provinsi mencari jalan agar stadion ini tak lagi menjadi beban APBD dan dapat memberikan PAD,” jelas Syamsuar.

Saat penandatanganan MoU tersebut dihadiri Sekdakab Bengkalis Bustami, Mr Nazar Isyam dari Singapura, Mr Alberto Neneca dari Brazil, Mr Naza dari Malaysia, dan Mr Syarif dari Indonesia, serta Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya.

Baca Juga:   Dua Remaja di Pekanbaru 31 Kali Menjambret Hasilnya Digunakan Untuk Main Game Online

Sumber : www.goriau.com



Be Smart, Read More