Pemulangan WNI Dari Malaysia, 61 TKI dari Malaysia Tiba di Dumai, Banyak Tujuan Sumut

Pemulangan WNI Dari Malaysia, 61 TKI dari Malaysia Tiba di Dumai, Banyak Tujuan Sumut
Gubri Syamsuar usai melakukan teleconference dengan Walikota Dumai terkait pembahasan pemulangan WNI dari Malaysia (Dok.Istimewa)
Bagikan :

BERITA RIAU, MERANTI – Sejumlah WNI asal Kepulauan Meranti diindikasi masih banyak yang berada di Malaysia hingga saat ini, kepulangan mereka ke kampung halaman terkendala.

Hal ini terjadi karena perpanjangan lockdown yang diberlakukan di negeri Jiran tersebut, bahkan sejumlah warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia mengaku kelimpungan untuk kembali ke tanah air.

Kondisi itu imbas lockdown oleh pemerintah Malaysia sejak 18 Maret 2020, selain itu kebijakan social distancing juga dilakukan, tidak satu pun angkutan umum beroperasi di Malaysia.

Seorang warga Kepulauan Meranti sebelumnya mengaku kelimpungan mencari keberadaan angkutan umum untuk menuju ke pelabuhan.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kepulauan Meranti mengaku bahwa hal tersebut di luar dari kewenangan pemerintah daerah.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini jalur pemulangan WNI dari Malaysia tetap dibuka melalui Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri dan Dumai provinsi Riau.

“Dari Panglima TNI dan pak Kapolri bahwa untuk pintu masuk untuk pemulangan TKI ada dua yang pertama tanjung Balai Karimun, yang kedua di Dumai,” Ujar Bupati sesaat sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat di Selatpanjang Jumat (27/3/2020).

Dikatakan Bupati alasan dibuatnya Tanjung Balai Karimun ditetapkan sebagai pintu masuk adalah karena daerah yang perbatasan Riau dan Kepulauan Riau.

“Kemudian juga Karimun ini juga banyak ditemukan kasus suspect Covid 19, sehingga mudah dimobilisasi ke Pulau Galang,” ujar Irwan.

Walaupun demikian dengan jumlah yang terlalu banyak, maka pintu masuk kembali dibuka di Dumai.

“Di Dumai juga sudah disiapkan apakah kapal mungkin pesawat juga kalau nanti dipulangkan itu banyak terkonfirmasi suspcet Covid 19,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan bahwa apabila masih ada penumpukan WNI di Malaysia dan kesulitan mencari jalan pulang ke tanah air menjadi kewenangan Dubes Indonesia yang ada di Malaysia.

“Kalau itu bukan kewenangan kita, saya pikir itu wilayahnya pak Dubes Indonesia di Malaysia, saya harap mereka (WNI) bisa melaporkan baik melalui online ke keduataan atau ke Konsul yang ada di Johor, jadi ada sarana itu dimanfaatkan,” ujar Irwan.

Dirinya mengatakan Duta besar maupun konsulat jenderal yang ada di Malaysia bertanggung jawab penuh untuk masyarakat Indonesia yang ada di sana.

“Seluruh warga Indonesia yang ada di sana. Kalau kita tetap tugas kita mengamankan Meranti.” Pungkas Irwan.

61 TKI dari Malaysia Tiba di Dumai

Sebanyak 61 tenaga kerja indonesia (TKI) dari negara Malaysia tiba di tanah Air, melalui pelabuhan domestik Bandar Sri Junjungan ‎(BSJ) pada Jumat (27/3/2020) sore.

61 TKI yang tiba di Dumai ini, sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan telah memiliki kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dari Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Sebanyak 61 TKI dari Malaysia tersebut datang menggunakan kapal cepat Dumai Line dan Batam Jet.

Sebelum berada di Pelabuhan domestik Bandar Sri Junjungan, 61 TKI ini diperiksa kembali oleh KKP Dumai guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 meskipun telah memiliki Kartu HAC dari KKP Tanjung Balai Karimun.

Setelah diperiksa dan tidak ada yang suhu tubuhnya 38 derajat, ke 61 TKI tersebut dikumpulkan di pintu kedatangan pelabuhan Sri Junjungan, untuk di ‎lakukan seterilisasi mengunakan alat autometic antiseptic chamber polres Dumai.

Bukan hanya itu saja, ke 61 TKI dan WNI yang baru tiba di Pelabuhan tersebut juga diberikan sosialisasi, sekaligus pembagian daerah untuk pemulangan secara langsung ke kampung halaman.

Setelah diberikan sosialisasi dan pemahaman tentang Covid 19, TKI dan WNI dai Malaysia tersebut diberikan makan gratis sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,

‎Dari 61 TKI tersebut, ada satu orang merupakan warga Dumai, yang selanjutnya akan diberikan pemahaman penyebaran Covid-19, dan langsung masuk dalam kategori orang dalam pengawasan (ODP). ‎

Tercatat sebanyak 61 TKI yang turun ke Dumai hanya 1 orang warga Dumai, lainnya warga Sumatera Utara 18 orang, Sumbar 2 orang, Rohil 16 orang, Jambi 15 orang, Kampar 5 orang, Pulau Rupat 4 orang.

Pada kesempatan tersebut, terlihat hadir Sekda Dumai, Herdi Salioso, Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, perwakilan Dinas perhubungan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Dumai, KKP dan intansi terkait lainya.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, mengungkapkan, kepulangan TKI dan WNI dari Malaysia berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan untuk mencegah masuknya virus Corona atau COVID-19 ke Indonesia dan Dumai khususnya.

“Meskipun sudah memegang kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC) dari KKP Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau para WNI dan TKI asal Malaysia setibanya di Dumai tetap disemprot menggunakan cairan disinfektan guna mensterilkan,” katanya, Jumat Sore

Ia menambahakan, Cairan desinfektan disiram menggunakan Automatic Antiseptic Chamber.

Setiap WNI maupun TKI asal Malaysia yang tiba di pelabuhan domestik BSJ, wajib melalui Automatic Antiseptic Chamber untuk mensterilkan dari COVID-19 mencegah masuknya virus Corona di Indonesia dan Dumai khususnya.

Sumber: Tribunnewspekanbaru.com

Baca Juga:   Semburan Lumpur di Bekasi Bak Lapindo sebagai Hoax, Ini Kata Polisi


Be Smart, Read More