Gubernur Riau Syamsuar : Rapid Test Terhadap ODP Covid-19 Dilaksanakan Serentak pada Kamis

Gubernur Riau Syamsuar : Rapid Test Terhadap ODP Covid-19 Dilaksanakan Serentak pada Kamis
Gubri Syamsuar usai melakukan teleconference dengan Walikota Dumai terkait pembahasan pemulangan WNI dari Malaysia (Dok.Istimewa)
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar mengumumkan jadwal pelaksanaan rapid test di Riau terhadap ODP Covid-19 akan dilaksanakan serentak Kamis (31/3/2020) besok.

Pihaknya meminta kepada seluruh petugas kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se Provinsi Riau agar mempersiapkan lokasi dan data pasien yang akan dilakukan rapit test.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada kepala dinas kesehatan untuk mempersiapkan pelaksanaan rapid test. Khusus di Pekanbaru itu ada 448 orang ODP Covid-19. Ini akan dilakukan secara serentak, Kamis akan datang” kata Gubri Syamsuar usai video comprence dengan kepala dinas kesehatan kota Pekanbaru dan kepala puskemas se Kota Pekanbaru di Gedung Daerah, Selasa (31/3/2020).

“Mudah-mudahan hasilnya bisa diketahui cepat, kalau bisa siang sudah dapat hasilnya, berapa yang positif dan berapa yang negatif,” imbuhnya.

Setelah dilakukan rapid test dan ditemukan ada yang positif, maka pasien tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengobatan di rumah sakit dan tempat karantina yang sudah ditentukan.

“Pasien yang positif ini nanti juga akan diambil swabnya untuk memastikan apakah benar pasien ini sudah terinfeksi virus corona atau belum,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 6.800 rapid test bantuan dari pemerintah pusat sudah didistribusikan ke kabupaten kota dan rumah rujukan Covid-19 se Provinsi Riau, Minggu 29 Maret 2020.

Ribuan rapid test tersebut diserahkan ke dinas kesehatan kabupaten kota untuk selanjutnya melaksanakan pengecekan secara massal kepada masyarakat.

Khususnya adalah masyarakat yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantuan atau ODP Covid-19.

“Rapid test sudah kita bagikan ke kabupaten kota, nanti pelaksananya itu nanti teman-teman dari dinas kesehatan kabupaten kota. Khususnya untuk ODP Covid-19 itu nanti teman-teman dinas kesehatan kabupaten kota yang melakukan rapid testnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

 

Baca Juga:   Gubernur Riau Berkomitmen Kembalikan Batas Negara Indonensia yang Tergerus Akibat Abrasi di Provinsi Riau

Sedangkan untuk rapid test tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien suspek corona akan dilaksanakan oleh masing-masing rumah sakit.

Jumlah rapid test yang ada saat ini sebanyak 6.800 dan akan ada penambahan lagi.

Sebab selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov juga sudah membeli rapid test ini.

 

Mudah-mudahan minggu depan sudah sampai penambahan rapid testnya. Kita akan laksanakan rapid test ini secara bertahap, semua ODP Covid-19 kita harapkan bisa kita lakukan rapid test semua,” kata Mimi.

ODP Covid-19 di Kepulauan Meranti Melonjak Jadi 3.747 Orang

Akhirnya Pemda Meranti ikuti arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menjadikan orang yang datang dari daerah terjangkit masuk dalam kategori ODP.

Hal ini membuat dari 165 jumlah ODP yang tersebar di Kepulauan Meranti, Selasa (31/3/2020) siang menjadi 3.747 jiwa.

“Iya akhirnya data jumlah ODP Covid-19 telah diklarifikasi. Dari ratusan kini menjadi 3.747 orang. Keputusan itu sesuai dengan dengan petunjuk Pemerintah Provinsi Riau,” ujarnya.

Ia tidak menyangkal jika semula terjadi perbedaaan persepsi antara Pemda Meranti, Pemprov Riau, dan Kementerian.

Semula pengertian pemkab Meranti terhadap ODP mengikuti instruksi dari Kementerian, bukan Pemprov Riau.

Memang saat ini terdapat 3.502 WNI dari Malaysia yang masuk ke Kepulauan Meranti.

Tapi dari jumlah tersebut tidak banyak yang menunjukkan gejala jika mereka telah terinveksi juga telah masuk dalam 165 ODP oleh mereka.

“Selagi belum menunjukkan gejala, sebelumnya kami hanya menempatkan status orang yang baru pulang dari negara dan daerah terjangkit sebagai orang dalam resiko. Selain itu juga mereka yang memiliki kontak erat sama pasien yang memiliki gejala virus tersebut,” ungkap Fahri.

Untuk status ODP ditetapkan setelah mendapati salah satu dari gejala Covid-19; seperti batuk atau panas atau pilek atau sakit kepala atau sakit tenggorokan.

Sedangkan PDP adalah orang yang sudah ada sesak dan biasanya dirawat di rumah sakit.

Selama dalam perawatan, PDP mendapatkan perlakuan khusus, diperiksa untuk memastikan apakah tertular virus corona atau tidak

Menurutnya, soal jumlah ODP dan PDP data tidak begitu bermasalah ketika data lengkap, namun untuk menghindari perbedaan data dibutuh fasilitas dalam mempersatukan persepsi agar informasi yang beredar tidak simpang siur.

Walupun demikian, saat ini ia memastikan belum ada seorangpun warga Kepulauan Meranti yang dinyatakan positif.

“Sampai hari belum ada warga Kepulauan Meranti yang positif terjangkit virus corona. Yang ada itu PDP, itu dua orang suspect. Seorang yang dirujuk ke Pekanbaru telah dinyatakan negatif dan satu lagi di Dumai masih menunggu hasil Lab,” pungkas Fahri.

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com

 

Baca Juga:   Bupati Bengkalis Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka di Lapangan Tugu Bengkalis


Be Smart, Read More