448 ODP di Kota Pekanbaru Jalani Rapid Test Hari Ini

448 ODP di Kota Pekanbaru Jalani Rapid Test Hari Ini
Rapid test di Kota Pekanbaru, kamis (2/4/2020) (Dok.TRIBUN PEKANBARU / SYAIFUL MISGIO)
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Sebanyak 12 Orang Dalam Pemantuan (ODP) Covid-19 sudah menjalani rapid test di Puskemas Pekanbaru Kota pagi ini.

Belasan ODP tersebut secara bergantian diambil sampel darahnya lalu diuji dengan alat rapid test oleh petugas kesehatan.  

Seluruh ODP dan petugas kesehatan tampak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti maker, sarung tangan dan baju berbahan plastik. Satu per satu ODP ini pun menjala rapid test dengan tertib.

“Alhamdulilah hasilnya negatif,” kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat meninjau pelaksanaan Rapid Test di Puskemas Pekanbaru Kota, Jala Teuku Umar Pekanbaru, Kamis (2/4/2020).

Tampak ikut mendampingi Gubri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir dan Sekdako Pekanbaru, M Noer MBS.

Usai meninjau pelaksanaan rapid test di Puskemas Kota, Gubri bersama rombongan langsung bergerak menuju ke Puskesmas Simpang Tiga.

Gubri Syamsuar mengungkapkan, Kamis (2/4/2020) hari ini merupakan jadwal pelaksanaan rapid test di Kota Pekanbaru yang dilaksanakan serentak, Kamis (31/3/2020) besok. Di Pekanbaru ada 448 ODP yang dilakukan rapid test.

“Mudah-mudahan hasilnya bisa diketahui cepat, kalau bisa siang sudah dapat hasilnya, berapa yang positif dan berapa yang negatif,” imbuhnya.

Setelah dilakukan rapid test dan ditemukan ada yang positif, maka pasien tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengobatan di rumah sakit dan tempat karantina yang sudah ditentukan.

“Pasien yang positif ini nanti juga akan diambil swabnya untuk memastikan apakah benar pasien ini sudah terinfeksi virus corona atau belum,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 6.800 rapid test bantuan dari pemerintah pusat sudah didistribusikan ke kabupaten kota dan rumah rujukan Covid-19 se Provinsi Riau, Minggu 29 Maret 2020.

Ribuan rapid test tersebut diserahkan ke dinas kesehatan kabupaten kota untuk selanjutnya melaksanakan pengecekan secara massal kepada masyarakat. Khususnya adalah masyarakat yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantuan atau ODP.

“Rapid test sudah kita bagikan ke kabupaten kota, nanti pelaksananya itu nanti teman-teman dari dinas kesehatan kabupaten kota. Khususnya untuk ODP itu nanti teman-teman dinas kesehatan kabupaten kota yang melakukan rapid testnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

untuk rapid test tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien suspek corona akan dilaksanakan oleh masing-masing rumah sakit.

Jumlah rapid test yang ada saat ini sebanyak 6.800 dan akan ada penambahan lagi. Sebab selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov juga sudah membeli rapid test ini.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah sampai penambahan rapid testnya. Kita akan laksanakan rapid test ini secara bertahap, semua ODP kita harapkan bisa kita lakukan rapid test semua,” kata Mimi.

Saat ini sejumlah daerah di Riau sudah mulai melaksanakan rapid test. Namun sejauh ini belum diketahui hasilnya, berapa orang yang positif dan berapa orang yang negatif. Sebab Dinas Kesehatan Provinsi Riau belum menerima laporan dari kabupaten kota yang sudah melaksanakan rapid test.

“Iya, benar beberapa kabupaten sudah mulai, tapi kita belum dapat laporan hasilnya,” kata Mimi.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengatakan, bahwa hasil rapid test bukan untuk menentukan seorang positif covid-19 atau tidak. Sebab seseorang baru bisa dinyatakan positif korona setelah dilakukan pemeriksaan uji sampel swab yang dilakukan di labor kesehatan.

“Rapid test itu tujuanya hanya untuk men-screening mana yang beresiko mana yang tidak beresiko. Kalau hasil rapid testnya positif baru dilanjutkan dengan uji swab, kalau hasil uji swabnya negatif berarti aman, tapi kalau hasilnya swabnya positif, ini yang langsung diisolasi dan dirawat,” kata Indra Yopi.

Namun untuk TKI yang berasal dari Malaysia atau warga Riau yang baru pulang dari zona merah, meski hasil rapid testnya negatif tetap harus dilakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Supaya menjamin dia aman dan tidak menular ke orang terdekatnya. Jadi karantina di rumah itu tidak bisa seenaknya, dia harus menjaga sosial distancing yang kuat, tidak boleh bercanda-canda dengan anaknya, memeluk dan segala macam itu tidak boleh. Kalau bisa pakai masker, meskipun di rumah,” ujarnya.

 

Baca Juga:   Pasien Penderita Demam Berdarah di Kota Dumai Meningkat Tajam

Sumber: Tribunnewspekanbaru.com



Be Smart, Read More