Bertambah Satu Lagi PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Riau, Total Sudah Ada 5 Orang

Bertambah Satu Lagi PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Riau, Total Sudah Ada 5 Orang
Tenaga perawat di ruang rawat pasien covid-19 di RSUD AA (dok.istimewa)
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia di Provinsi Riau bertambah satu orang lagi.

Sehingga totalnya hingga saat ini sudah ada lima orang PDP di Riau yang meninggal dunia.

Satu orang PDP yang meninggal dunia sebelumnya sempat dirawat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru sejak Rabu (1/4/2020).

Setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Arifin Ahmad kondisi pasien PDP semakin memburuk dan kabar terakhir, pasien yang merupakan warga rumbai ini meninggal dunia.

“Iya semalam ada satu orang PDP lagi yang meninggal di RSUD Arifin Ahmad,” kata Ketua Tim Medis Penanganan Covid-19 RSUD Arifin Ahmad, dr Indra Yopi, Senin (6/4/2020).

Dengan bertambahnya satu orang PDP yang meninggal dunia ini, maka hingga saat ini total PDP di Riau yang meninggal dunia sudah mencapai sebanyak lima orang.

Tiga diantaranya adalah warga Pekanbaru, satu warga Dumai dan satu lagi adalah warga Kampar (Pandau).

Seluruh pasien PDP yang meninggal dunia tersebut proses penyelenggaraan jenazah nya mengikuti protokol penanganan jenazah Covid-19.

“Yang meninggal tersebut bukan pasien positif covid-19, melainkan PDP yang masih menunggu hasil uji swab dari Balitbangkes. Tapi dalam penyelenggara jenazahnya kami meminta kepada masyarakat untuk mengikuti protokol penanganan jenazah covid-19 demi kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya,” kata dr Indra Yopi.

Tidak hanya itu, dr Indra Yopi juga menegaskan, siapapun yang berada dalam satu ruangan dengan jenazah PDP covid-19 tersebut otomatis berstatus Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan diharuskan melakukan isolasi mandiri dengan memperhatikan kondisi kesehatannya.

“Apabila terdapat gejala, diharuskan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Hingga Senin (6/4/2020) dinas kesehatan provinsi Riau melalui website resminya mencatat jumlah Orang Dalam Pemantuan (ODP) mencapai sebanyak 23.511 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 19.663 masih dalam proses pemantuan, sedangkan sisanya 3.848 orang sudah selesai pemantuan.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Riau hingga saat ini sudah mencapai 163 orang. 87 orang diantaranya masih dalam proses perawatan di sejumlah rumah sakit di Riau. Kemudian 71 orang sudah dinyatakan negatif dan sudah sembuh.

Sementara untuk PDP yang meninggal dunia di Riau ada 5 orang.

Kemudian untuk kasus pasien yang terkonfirmasi positif corona di Riau hingga saat ini ada 11 orang.

Sejauh ini baru satu orang yang dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumahnya.

Sedangkan sisanya, 10 pasien lagi masih dirawat di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Riau.

Yakni di RSUD Dumai satu orang, di RSUD Rokan Hulu satu orang dan di Kampar satu orang. Sisanya 7 orang lagi dirawat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengungkapkan, kesadaran masyarakat Riau terhadap anjuran pemerintah agar tidak berkumpul dan keluar rumah masih rendah.

Sejumlah Cafe, restoran dan pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru masih terpantau ramai dikunjungi masyarakat. Disisi lain wabah virus corona terus meluas.

Tidak hanya di luar negeri, namun juga di Indonesia, termasuk di Riau.

“Saya melihat masyarakat kita masih biasa-biasa saja menghadapi wabah virus Corona. Kita berharap betul ada kesadaran dari masyarakat, bahwa apa yang kita lakukan ini adalah untuk menyelamatkan masyarakat, agar tidak semakin banyak yang terinfeksi virus corona,” katanya.

Syamsuar menegaskan, bahwa situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Temasuk di Riau.

Meski sejauh ini kasus positif corona di Riau baru tiga kasus dan satu pasien sudah sembuh, namun jumlah Orang Dalam Pengasawan (ODP) di Riau terus mengalami peningkatan.

“Kita harus antisipasi. Karena di Riau masih ada 10.000 Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang terdiri dari TKI pulang dari Malaysia. Termasuk juga warga Riau yang baru pulang dari zona merah,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat bisa menjaga jarak, menghindari kerumunan tidak membuat kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sebab ditengah kerumunan tidak ada yang tau jika ada diantaranya yang positif.

Sebab beberapa kasus pasien positif corona ada yang tidak menunjukkan gejala demam, batuk, sesak nafas dan bersin.

“Sekarang juga banyak walaupun masyarakat sehat, ternyata pas dicek positif Corona, itulah yang kita takutkan. Kita harapkan juga dukungan media dan dukungan masyarakat bahwa kita ingin menyelamatkan masyarakat kita agar tidak banyak nanti terkena virus Corona,” kata Syamsuar.

Sumber:Liputan6.com

Baca Juga:   Mata SBY Berkaca-kaca Sa'at Beberkan Insiden Baliho dan Bendera Demokrat Dirusak


Be Smart, Read More