Glen Fredly Wafat Karena Sakit Meningitis, Apa Itu Meningitis Berikut Penyebab dan Gejalanya

Glen Fredly Wafat Karena Sakit Meningitis, Apa Itu Meningitis Berikut Penyebab dan Gejalanya
Penyanyi glenn fredly Dok.Istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU – Musisi dan penyanyi Glenn Freddy meninggal dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2020).

Glen Fredly dikabarkan meninggal dunia karena penyakit meningitis.

Berdasarkan keterangan diterima Kompas.com, Rabu malam, Glenn akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Kamis (9/42020).

Melalui pernyataan resminya, Mozes Latuihamalo, perwakilan keluarga, membenarkan kabar Glenn Fredly meninggal Rabu, pukul 18.47 WIB, karena penyakit meningitis.

Glenn sempat dirawat di Rumah Sakit Setia Mitra, Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan.

Apakah itu penyakit meningitis?

Dikutip dari laman hellosehat.com, meningitis atau radang selaput otak adalah infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).

Hal ini paling sering disebabkan oleh virus, namun dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Radang selaput otak akibat virus cenderung tidak terlalu parah dan kebanyakan orang sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan.

Sementara itu, radang selaput otak akibat jamur adalah jenis yang termasuk langka.

Ini biasanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Beberapa tanda klasik kondisi ini termasuk sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

Meskipun beberapa kasus bisa sembuh dalam beberapa minggu, pada beberapa kasus lain dapat mengancam jiwa.

Jika Anda merasa Anda atau anggota keluarga Anda memiliki kondisi ini, periksakanlah ke dokter.

Kondisi ini dapat terjadi pada setiap usia. Namun, paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala awal meningitis mirip dengan flu (influenza). Gejalanya kemudian berkembang dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari.

Tanda dan gejala meningitis yang biasa muncul termasuk:

Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak
Perubahan kondisi mental seperti kebingungan
Mual dan muntah
Sensitif terhadap cahaya (photophobia)
Sakit kepala parah
Leher kaku (kaku kuduk)
Sering pingsan
Kebanyakan orang dengan meningitis virus ringan sembuh dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari.

Gejala awal meningitis virus mirip dengan radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri.

Namun, meningitis bakteri biasanya parah dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan ketidakmampuan belajar.

 

Patogen (kuman) yang menyebabkan meningitis bakteri juga dapat dikaitkan dengan penyakit serius lainnya, yaitu sepsis.

Tanpa perawatan segera, sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Segeralah cari perawatan medis jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki tanda-tanda atau gejala ini.

Gejala dan tanda meningitis adalah:

Demam
Sakit kepala berat tak henti-hentinya
Kebingungan
Muntah
Leher kaku
Radang selaput otak yang disebabkan virus dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi meningitis bakteri dapat menjadi serius, bisa berkembang sangat cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik yang cepat untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Menunda pengobatan untuk meningitis bakteri meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya permanen lainnya.

Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis radang selaput otak Anda atau anak Anda tanpa konsultasi ke dokter.

Hal ini penting untuk diberitahu kepada dokter Anda jika anggota keluarga atau rekan kerja Anda memiliki radang selaput otak. Anda mungkin perlu untuk menggunakan obat untuk mencegah infeksi.

Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuh Anda, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Penyebab lain termasuk bakteri, jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor.

Penyebab meningitis lainnya adalah, penyakit autoimun, pengobatan kanker, sipilis, tuberkulosis

Meningitis bakteri
Jika penyebab infeksi adalah bakteri, bakteri tersebut termasuk: Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B. Bakteri. Bakteri itu menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan (batuk, berciuman).

Dalam banyak kasus, radang selaput otak karena bakteri muncul ketika bakteri masuk melalui aliran darah Anda di sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri kemudian melakukan perjalanan ke otak melalui aliran darah.

Ini dapat menjadi penyakit yang sangat serius. Anda atau anak Anda membutuhkan perawatan segera. Meningitis bakteri dapat mengancam jiwa atau menyebabkan kerusakan otak.

Bakteri yang menyebabkan radang selaput otak dapat menular ketika seseorang batuk atau bersin. Jika Anda atau anak Anda berada di dekat orang dengan meningitis bakteri, segera hubungi dokter untuk pencegahan.

Meningitis virus

Jika infeksi dikarenakan virus, beberapa jenis virus tersebut adalah: virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus West Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles).

Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum daripada bentuk yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa virus dapat memicu penyakit ini, termasuk beberapa yang menyebabkan diare.

Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kondisi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini.

Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh Anda dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang. Jamur yang paling umum menyebabkan kondisi ini adalah:

Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya karena mengidap AIDS, lebih berisiko terkena radang selaput otak dalam bentuk ini.

Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak ini lebih langka dari meningitis virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran dan beberapa hewan dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk.

Ada satu jenis meningitis parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik.

Radang selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia.

Salah satu jenis radang selaput otak akibat parasit yang sangat jarang, yaitu meningitis amebic, adalah kondisi yang mengancam jiwa. Jenis ini disebabkan ketika salah satu dari beberapa jenis amoeba memasuki tubuh melalui hidung saat Anda berenang di danau, sungai, atau kolam yang terkontaminasi.

Parasit dapat menghancurkan jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan halusinasi, kejang, dan gejala serius lainnya.

Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya. Ini termasuk: Lupus; cedera kepala; operasi otak, kanker; pengobatan tertentu.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk meningitis?
Faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami meningitis adalah:

Tidak melakukan vaksinasi radang selaput otak

Umur: Sebagian besar kasus radang selaput otak akibat akibat virus terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang

Diabetes
Hamil: Jika Anda sedang hamil, Anda meningkatkan risiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan radang selaput otak)

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami radang selaput otak. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan untuk radang selaput otak tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi untuk sembuh dengan sendirinya.

Untuk infeksi bakteri, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat.

Pengobatan biasa termasuk terapi antibiotik intravena, minum banyak cairan dan istirahat. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak. Antibiotik tidak dapat mengobati meningitis virus. Obat antivirus dapat diberikan kepada orang-orang dengan herpes meningitis.

Dilansir dari Healthline, meningitis jamur diobati dengan obat-obatan antijamur.

Sementara itu, pengobatan radang selaput otak akibat akibat parasit bertujuan untuk meringankan gejala. Tergantung pada penyebabnya, jenis ini lebih baik ditangani tanpa antibiotik.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?
Dokter membuat diagnosis dengan mencari bakteri dalam sampel cairan tulang belakang. Dokter mendapatkan cairan dengan melakukan pungsi lumbal.

Sebuah jarum dimasukkan ke bagian punggung bawah di mana cairan dalam kanal tulang belakang dapat diambil. Dokter juga dapat melakukan tes darah dan rontgen pada otak.
Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi meningitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi meningitis:

Memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera.
Hati-hati dalam mencuci tangan penting agar dapat menghindari paparan agen infeksi.
Jika Anda sedang hamil, harus menggunakan makanan yang telah dimasak dengan cermat. Juga menghindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

 

Baca Juga:   Diguyur Gerimis, Bukan Halangan Bagi Sandiaga Dan Hotman Paris lari pagi di Kelapa Gading

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com

 



Be Smart, Read More