Sidang ISBAT Penentuan Kapan Awal Ramadhan 2020 Di Lakukan Secara Online

Sidang ISBAT Penentuan Kapan Awal Ramadhan 2020 Di Lakukan Secara Online
Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Dok.Istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, Pemerintah segera akan melaksanakan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1441 hijriyah tahun 2020 masehi.

Rencanannya sidang isbat akan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2020 nanti.

Sidang sendiri direncanakan akan dilakukan dengan acara video konferensi atau sambungan komunikasi jarak jauh.

Hal tersebut dilakukan karena hingga kini belum ada kepastian kapah wabah virus corona akan berakhir.

Pemerintah kemudian mengambil keputusan untuk menggelar sidang isbat dengan cara video konferensi

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, sidang isbat via video konferensi menjadi bagian upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Isbat awal Ramadan akan kami gelar dengan kehadiran peserta yang terbatas, selebihnya secara video konferensi,” kata Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Minggu (5/4/2020).

Nantinya peserta yang hadir dibatasi, hanya perwakilan MUI, DPR, dan Badan Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya.

Serta pejabat eselon I dan II dari Ditjen Bimas Islam.

Sementara yang lain dapat mengikuti melalui saluran komunikasi dalam jaringan (daring) yang akan disiapkan tim Kementerian Agama.

“Sidang dimulai sebelum maghrib, diawali paparan posisi Hilal awal Ramadan 1441H oleh Cecep Nurwendaya,” kata Kamaruddin.

Pengumuman sidang akan diumumkan Menteri Agama, Fachrul Razi melalui jumpa pers yang bisa diikuti tim media dari kantor masing-masing.

Paskah di Rumah

Kemenag RI juga mengimbau umat Kristiani untuk merayakan Jumat Agung pada 10 April 2020 dan Perayaan Paskah pada Minggu 12 April 2020, di rumah masing-masing.

Imbauan Ditjen Bimas Kristen Kemenag itu, berkenaan dengan pandemi virus corona atau Covid-19 yang mewabah di dunia bahkan Indonesia.

“Untuk Perayaan Paskah, Ditjen Bimas Kristen mengimbau kepada Pimpinan Gereja agar dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Direktur Urusan Agama Kristen, Janus Pangaribuan, Minggu (5/4/2020).

Janus mengatakan, Ditjen Bimas Kristen telah mengirimkan surat imbauan tersebut kepada Pimpinan Persekutuan Gereja Aras Nasional dan Pimpinan Induk Gereja/Sinode di seluruh Indonesia.

“Kami mendorong agar Perjamuan Kudus digelar di rumah, sesuai dengan tata gereja masing-masing,” tuturnya.

Bagi gereja yang telah terlanjur membuat persiapan seperti perjamuan Kudus, ia mengimbau agar pimpinan gereja dapat menundanya.

“Kalaupun para Pimpinan Induk Organisasi Gereja/Sinode seluruh Indonesia akan menggelar perayaan, kami berharap pelaksanaan Perjamuan Kudus bisa ditunda.”

“Hingga bencana pandemi Covid-19 selesai, atau dilaksanakan di rumah masing-masing,” katanya.

Sumber : Tribunewspekanbaru.com

Baca Juga:   Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin menyindir kubu Prabowo Subianto, Ada Apa ?


Be Smart, Read More