Mulai Hari Ini Jam Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Dikurangi

Mulai Hari Ini Jam Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Dikurangi
Sejumlah penumpang dan petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memakai masker guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, Senin (27/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir).
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 seperti saat ini, jam operasional Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengalami penyesuaian.

Hal ini sesuai dengan kebijakan PT Angkasa Pura II, sebagai pihak otoritas pengelola sejumlah bandara yang bernaung dibawahnya.

Karena selain SSK II, ada sekitar 11 bandara lainnya yang juga jam operasionalnya disesuaikan, guna optimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran COVID-19.

Diantaranya Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Radin Inten II (Lampung), Supadio (Pontianak), dan Banyuwangi.

Terkait hal ini, dibenarkan oleh Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Yogi Prasetyo.

Sesuai dengan persetujuan dari regulator, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (Notam), terkait jam operasional bagi masing-masing bandara, maka waktunya lebih dipersingkat.

Untuk Bandara SSK II, sesuai Notam B0885/20, jam operasional menjadi 06.00 WIB -20.00 WIB, terhitung sejak 10 April 2020.

Pengurangan jam operasional akan berlangsung hingga 30 April 2020.

Sebelumnya, jam operasional Bandara SSK II mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Diakui Yogi, saat ini jumlah penerbangan baik datang dan berangkat di Bandara SSK II, juga berkurang.

“Data tanggal 10 April 2020, ada 12 (penerbangan) datang, dan 14 berangkat. Total ada 26 movement (pergerakan),” jelasnya, Sabtu pagi.

Sementara itu dari, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, meski jam operasional dipersingkat, namun bandara-bandara yang dimaksud akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

“Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi COVID-19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat,” tuturnya.

“Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19,” sambung dia.

Selain itu dipaparkan Awaluddin, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional.

Misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin, atau hal lainnya.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan dipersingkatnya jam operasional dapat menjaga aspek kesehatan traveler dan personel bandara.

“Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya COVID-19 ini yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional. Sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara,” urainya.

 

Baca Juga:   Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau Tanam Seribu Bibit Cabai untuk Warga Lubuk Sakat Kabupaten Kampar

Sumber : Tribunpekanbaru.com

 



Be Smart, Read More