Pemakaman Jenazah Pasien Positif Rapid Test Covid-19 di Siak Dipantau Langsung Oleh Bupati Alfedri

Pemakaman Jenazah Pasien Positif Rapid Test Covid-19 di Siak Dipantau Langsung Oleh Bupati Alfedri
Bupati Siak, Alfedri ikut memantau penggalian liang kubur jenazah yang terindikasi Covid 19,sebelum dimakamkan, Minggu dini hari di TPU Suak Santai, Siak. Dok.Tribun Pekanbaru / Mayonal Putra
Bagikan :

BERITA RIAU, – Bupati Siak Alfedri tidak tinggal diam saat ada warga meninggal dunia dengan hasil rapid test posotif Covid 19, Minggu (12/4/2020) dini hari.

Ia bersama Pj Sekdakab Siak Jamaluddin dan segenap jajaran sudah hadir di TPU Suak Santai sejak pukul 23.00 WIB, Sabtu malam itu.

“Ya, karena hasil rapid tes positif kita memantau pemakaman dilakukan dengan SOP Covid 19. Memang hasil rapid tes belum tentu akurat, namun protokolnya begitu,” kata Alfedri.

Ia ikut sibuk memikirkan posisi makam untuk jenazah SN (63), warga kelurahan Kampung Rempak tersebut.

Ia menurunkan alat berat milik Dinas PU Tarukim Siak untuk menggali makam.

Alfedri yang memakai masker melihat prosesi pemakaman hingga tuntas.

Setelah makam digali, jenazah yang sudah disterilisasi di RSUD Tengku Rafian dibawa menggunakan ambulance ke lokasi pemakaman.

Sebanyak 5 orang petugas medis memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mengeluarkan jenazah dari ambulance. Mereka memasukkan jenazah ke dalam kubur.

Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas tampak menyelesaikan proses pemakaman.

Sedangkan Alfedri dan jajaran melihat dari kejauhan sesuai jarak aman dalam protokol kesehatan. Pihak keluarga hanya meratapi kepergian SN pada dini hari yang dingin itu.

Tidak hanya pihak keluarga, Alfedri pun tampak sedih adanya warga yang meninggal dalam keadaan sakit tenggorokan dan hasil rapid test yang positif Covid- 19.

Setelah pemakaman usai, petugas dari BPBD Siak langsung menyemprotkan disinfektan ke lokasi makam dan mobil ambulance.

“Dengan kejadian ini, kita mesti meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Corona ini,” kata dia.

Ia juga menghimbau kepada warga Siak agar tidak panik namun tetap waspada. Kemudian meminta agar menjaga kesehatan dan mematuhi social dan physical distance.

Tidak hanya itu, Alfedri juga meminta masyarakat agar tidak menstigmaisasi keluarga korban. Sebab, SOP penanganan Covid 19 tetap dilaksanakan untuk memperkecil risiko penularan.

“Mari kita berpikir positif bahwa saudara kita yang berpulang belum tentu hasil swabnya positif. Ini baru hasil rapid test, kalau swab kita kan masih menunggu. Kami masih berharap agar hasil swabnya nanti tidak positif,” kata Alfedri.

Informasi yang dihimpun Tribun dari pihak keluarga, Jeje mengatakan, korban awalnya mengeluh karena sakit pada tenggorokan.

Sebelumnya korban sempat terpeleset dan terjatuh di kamar mandi di rumahnya. Saat ia digotong ke kamarnya, ia mengeluh sesak nafas.

“Karena mengeluh sesak nafas kami bawa lagi ke RSUD Siak,” kata Jeje.

Saat dirawat di ruang IGD RSUD Siak itu sesak nafas korban semakin kuat. Dokter menyarankan agar cek laboratorium kembali.

Sekitar pukul 19.20 WIB, SN dinyatakan sudah meninggal dunia oleh dokter yang menanganinya.

“Saat itu kami belum tahu hasil tes bapak, lalu kami panggil ibu mertua saya ke RSUD untuk mengetahui kondisi bapak. Kemudian kami membawa jenazah bapak pulang ke rumah,” kata dia.

Sesampainya jenazah di rumah duka, warga berdatangan untuk takziyah. 

Berselang beberapa waktu pihak RSUd datang memberi kabar bahwa hasil rapid tes SN kekuar dan positif Covid 19.

Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Suak Santai jalan Sultan Ismail, Kelurahan Kampung Dalam. Pemakaman sesuai SOP Covid 19 yang dilaksanakan diri hari.

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com

Baca Juga:   Namanya Masuk Bursa Cawapres Versi LSI, Apa Tanggapan Moeldoko


Be Smart, Read More