Mulai Hari Ini Jalan Sudirman & HR Subrantas Pekanbaru Ditutup Pukul 05.00-14.00 WIB

Mulai Hari Ini Jalan Sudirman & HR Subrantas Pekanbaru Ditutup Pukul 05.00-14.00 WIB
Polresta Pekanbaru Tutup Jalan Jenderal Sudirman dan HR Soebrantas Mulai Pagi Ini pukul 05.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB Dok.
Bagikan :

BERITA RIAU , PEKANBARU – Penutupan ruas jalan di Kota Pekanbaru, yang semula diberlakukan malam hari, pada Senin (27/4/2020) ini, diberlakukan menjadi pagi hari.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Emil Eka Putra, Senin pagi.

“Untuk masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya, terhitung mulai pagi ini pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB, Jalan Jenderal Sudirman dan HR Subrantas akan ditutup,” katanya.

Emil mengimbau, kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, untuk tidak keluar dan mematuhi protokol pemerintah terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Mohon disebarkan ke teman, saudara dan keluarga. Terimakasih atas kerjasamanya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tuturnya.

Ditanyai apakah penutupan dua ruas jalan itu juga dilakukan pada malam hari, Emil menuturkan, pihaknya akan melihat perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

“Informasi sementara penyekatan dilakukan pagi ini. Untuk malam nanti kami informasikan kembali
sambil melihat situasi dan kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Kapolda Riau Tinjau Pospam di Perbatasan Riau – Sumbar

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, meninjau salah satu Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Ketupat Lancang Kuning 2020, Minggu (26/4/2020).

Pospam ini berada di Jalan Lintas di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, yang juga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kunjungannya, Irjen Agung turut didampingi beberapa orang pejabat utama (PJU). Diantaranya Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Pringadi Supardjan, dan lain-lain.

Sesampainya di Pospam tersebut, Kapolda dan rombongan disambut oleh Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid beserta jajaran, dan sejumlah personel dari TNI, Dishub, Diskes, BPBD, dan Satpol PP.

Dari pantauan Tribunpekanbaru.com di lokasi, tampak Irjen Agung mengecek sejumlah fasilitas, serta sarana dan prasarana yang ada di sana.

Pospam tersebut, terdiri dari beberapa tenda. Diantaranya tenda pendataan masyarakat yang masuk dan keluar Riau. Mereka diminta untuk mengisi formulir, kemudian diinput datanya ke komputer untuk nantinya dikontrol oleh petugas.

Kemudian ada pula tenda pemeriksaan kesehatan. Petugas medis dengan memakai alat pelindung diri (APD), akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan. Salah satunya pengukuran suhu tubuh.

Kapolda juga memberikan pengarahan kepada para personel di sana. Dia berpesan, untuk menjalankan tugas dengan tetap mengedepankan sisi humanis.

Disebutkan Irjen Agung, pembatasan moda transportasi darat, khususnya yang akan masuk dan keluar Provinsi Riau, mekanisme dan teknis pelaksanaan di lapangan, merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Operasi Ketupat Lancang Kuning 2020, tujuannya dalam rangka pengamanan kegiatan di Bulan Ramadhan sampai nanti Idul Fitri. Salah satunya, bagaimana kita menjaga dan membatasi moda transportasi bisa dilakukan sebagaimana Permenhub Nomor 25 Tahun 2020,” jelas Agung.

Lanjut Jenderal bintang dua ini, kendaraan yang tidak masuk kategori pengecualian yang diperbolehkan melintas, akan dilarang masuk ke Provinsi Riau. Mereka akan diarahkan untuk putar balik ke daerah asal.

“Tujuan kita bukan ingin menghambat (masyarakat) bersilaturahmi. Tapi kita ingin semua bisa bekerjasama dalam memutus penularan Covid-19 ini, supaya lebih efisien,” tuturnya.

 

Baca Juga:   Google Mendonasikan Rp 15 Miliar Buat Korban Bencana Palu-Donggala

Disebutkan dia, Pospam di Jalur Lintas Barat ini, berada dalam bawah kendali Polda Riau dalam pelaksanaan operasinya.

Lebih jauh kata Irjen Agung, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak terkait lainnya. Termasuk perusahaan jasa angkutan.

“Untuk transportasi darat, untuk yang mengangkut sembako, BBM, alat kesehatan, dan kendaraan dinas dalam pelaksanaan tugas, ini salah satu yang diperbolehkan. Diluar dari itu kita akan ambil langkah-langkah sesuai aturan yang berlaku,” urainya.

Pada prinsipnya dipaparkan Agung, pihaknya akan menyelenggarakan Pospam selama 24 jam, untuk melakukan pemantauan.

Dia menambahkan, Polda Riau juga akan melakukan koordinasi dengan Polda Sumbar, dan beberapa Polda lainnya yang wilayahnya berbatasan dengan Provinsi Riau.

“Ini supaya lebih efisien dan bisa mencapai target yang kita harapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah personel kepolisian dan Dishub, melakukan pengawasan secara ketat terhadap sejumlah kendaraan yang melintas, baik yang mengarah masuk maupun keluar dari Provinsi Riau.

Seluruh kendaraan diberhentikan, lalu ditanyai kepentingannya. Mereka yang masih tidak mengenakan masker, diminta petugas untuk memakai masker.

Lalu mobil penumpang yang tidak melaksanakan anjuran physical distancing di dalam kendaraan, diminta merubah posisi duduknya sesuai aturan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, bagi kendaraan penumpang komersial seperti layaknya travel, diminta untuk putar balik, kembali ke tempat asalnya. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke Riau.

 

Baca Juga:   Berikut Identitas Pemilik Rumah Korban Perampokan Bersenjata Rawamangun Rawamangun di Pekanbaru

Karena memang dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2020 yang sudah digelar mulai tanggal 24 April 2020 lalu ini, fokus pelaksanaannya yakni kepolisian menjamin terlaksananya larangan mudik dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Terkait itu, jajaran Polda Riau pun hingga tanggal 7 Mei 2020, mulai melakukan penyekatan bagi kendaraan yang akan masuk maupun keluar menuju Sumatera Barat.

Lalu mulai tanggal 8 Mei 2020, petugas akan mulai memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak patuh, atau masih nekat untuk mudik.

Polda Riau tidak akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik sesuai aturan Permenhub.

Polda Riau selama pelaksanaan Operasi Ketupat ini, mendirikan 60 Pospam, termasuk 4 Pos Check Point di wilayah Perbatasan di Kampar, Kuansing, Rohil, dan Inhil.

39 Kasus Positif Covid-1 di Riau

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, kembali mengumumkan penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 di Riau, Minggu (26/4/2020).

Ada penambahan satu kasus baru, sehingga total pasien positif Covid-19 di Riau mencapai 39 kasus. Dengan rincian, 22 pasien masih dirawat, 13 sehat dan sudah dipulangkan, dan 4 meninggal dunia.

“Pasien nomor urut 39 positif covid-19 di Riau yang kita umumkan hari ini adalah pasien berinisial T usia 28 tahun, warga Kota Dumai dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai,” kata Mimi.

Mimi mengungkapkan, pasien T merupakan hasil tracing kontak erat dari pasien positif covid-19 S (54) yang sudah dinyatakan positif dan sudah dirawat di RSUD Kota Dumai beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya penambahan satu kasus baru ini maka kami bersama dinas kesehatan kota Dumai akan segera melakukan tracing contact dari pasien T ini,” ujarnya.

Pihaknyamengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta untuk tetap melakukan pembatasan fisik (physical distancing). 

“Walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya. Maka pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian,” ujarnya.

Bila harus keluar, lanjut Mimi, gunakan masker, lebih baik menggunakan masker kain daripada tidak sama sekali.

Rutin mencuci tangan, lebih efektif mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dibandingkan hand sanitizer.

Kemudian jaga pola hidup sehat, makan buah dan sayuran, berolahraga rutin dan konsumsi vitamin yang cukup. 

Sumber  : Tribunnnewspekanbaru.com

Baca Juga:   Pesta Ulang Tahun Jadi Mencekam Gara - Gara Balon Gas Meledak


Be Smart, Read More