Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Riau Bertambah Lagi

Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Riau Bertambah Lagi
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi dok.Tangkapan layar Youtube Dikominfotik Riau
Bagikan :

BERITA RIAU, Pasien positif Covid-19 di Riau yang sembuh dan diperbolehkan pulang kembali bertambah.

Total dari 41 kasus terkonfirmasi positif hingga 29 April 2020, 15 pasien dinyatakan sembuh dan bisa pulang kembali ke rumah.

Terbaru pasien yang dinyatakan sembuh berinisial I (16) berasal dari Pelalawan.

Ia tertular dari keluarganya yang ada riwayat bepergian dari daerah terjangkit virus corona.

Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Yopi mengatakan dari 23 pasien positif virus Corona (Covid-19) di Riau yang masih dirawat rumah sakit rujukan, 9 pasien hasil swab pertama sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Ada 23 pasien positif yang masih dirawat, 9 diantaranya hasil swab pertama sudah negatif, dan kita tinggal menunggu hasil swab kedua. Artinya dalam dua hari kedepan Insya Allah akan bertambah lagi pasien positif yang dinyatakan sembuh,” katanya seperti yang dilansir dari laman website corona.riau.go.id.

Karena itu, ia yakin jika tren hasil swab seperti itu (negatif), maka jumlah kasus positif di Riau tidak begitu banyak lagi kedepannya.

“Artinya dibanding beberapa wilayah di Indonesia, upaya yang dilakukan Pemprov Riau nampaknya bisa dikatakan stabil. Dimana Provinsi Riau memberi kebijakan sedikit berbeda dalam penanganan pasien positif Covid-19,” ujarnya.

Kebijakan berbeda yang dimaksud Yovi adalah, dimana bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) wajib dirawat di rumah sakit.

“PDP tidak boleh dibiarkan pulang dengan isolasi mandiri di rumah sebelum hasil swab benar-benar dinyatakan negatif Covid-19. Karena kalau dibiarkan di rumah, maka resiko menularkan ke orang lain sangat besar,” terangnya.

“Mungkin hal ini memberikan manfaat dalam penanganan PDP, sehingga jumlah pasien positif di Riau tidak meningkat tajam meski Labor di RSUD Arifin Achmad sudah dioperasikan. Artinya jumlah pasien positif Covid-19 di Riau masih bisa dikendalikan atau dikontrol,” jelasnya.

Sementara itu hingga saat ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Riau sebanyak 251 yang masih dirawat, sedangkan jumlah total PDP yang meninggal dunia sebanyak 75 orang.

“Untuk pasien PDP yang meninggal dunia, 4 orang dinyatakan positif Covid 19 dan 41 orang dinyatakan negatif sedangkan selebihnya kita masih menunggu hasil swabnya,” tambahnya lagi.

Perpanjangan PSBB di Pekanbaru Masih Tahap Finalisasi, Bergulir Mulai 1 Mei

onsep perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Pekanbaru masih dalam tahap finalisasi.

Padahal rencananya perpanjangan PSBB mulai bergulir 1 Mei 2020.

Ada rencana perpanjangan PSBB berlangsung hingga 14 Mei 2020 mendatang.

Namun pemberlakuannya belum 1 x 24 jam.

“Saat ini konsepnya dalam tahap finalisasi, saya rasa tidak jauh berbeda dari PSBB kemarin,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribun, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, pelaksanaan PSBB yang diperpanjang nantinya lebih terpadu dan terkordinir.

Lain halnya dengan PSBB tahap pertama yang bakal berlangsung hingga, Kamis (30/4/2020).

“Mungkin masih ada perbedaan pandangan dalam penegakan hukum di PSBB kemarin, yang perpanjangan nanti lebih terpadu dan solid,” paparnya.

Ingot mengaku belum bisa membeberkan poin yang berbeda dalam PSBB saat ini dengan PSBB perpanjangan.

Apalagi saat ini konsepnya dalam tahap finalisasi bersama tim.

Ingot menyebut tim saat ini sedang menyusun konsep penindakan bagi pelanggar PSBB.

Ia menyebut sanksi nantinya sesuai pelanggaran selama PSBB.

Sanksi bagi pelanggar pun bakal disesuaikan dengan pelangarannya.

“Jenis pelanggaran yang berbeda tentu berbeda juga penegakan hukumnya,” terangnya.

Ingot menyebut bakal menyampaikan pemberlakuan PSBB, Kamis besok.

Ia menyebut masyarakat tidak perlu khawatir karena permbelakuannya tidak jauh berbeda dengan PSBB kali ini.

“Saya belum bisa sampaikan detil, nanti kita sampaikan,” jelasnya.

Pemerintah kota segera melaporkan rencana ini ke Kementrian Kesehatan RI.

Walikota Pekanbaru, Firdaus menyebut bahwa pemerintah kota akan memperpanjang pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru selama 14 hari.

Pola pemberlakuannya masih seperti PSBB saat ini.

Namun lebih ketat lagi dalam pelaksanaan Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru No.74 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru.

Firdaus menyebut bahwa pengawasan aktivitas secara ketat masih berkisar pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Pada jam ini masyarakat harus tetap berada di rumah.

Pemerintah kota masih mempersilahkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Namun khusus yang bergerak untuk mencari nafkah untuk keluarga baik di sektor formal maupun informal.

Mereka yang di bidang infrastruktur dan konstruksi juga tetap bisa bekerja.

Namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Baca Juga:   Cegah Mudik Lebaran, Polda Dirikan 60 Pos Pengamanan di Seluruh Riau

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com



Be Smart, Read More