Kapal Karam di Sungai Siak, Muatan Berupa Makanan Ringan Hanyut Ke Sungai

Kapal Karam di Sungai Siak, Muatan Berupa Makanan Ringan Hanyut dan Jadi Rebutan Warga. Foto: Kapal kayu pengangkut makanan dan beberapa jenis barang lainnya karam di pelabuhan rakyat Haji Ibul, Tanjung Rhu, Pekanbaru, Jumat (15/5/2020)
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Sebuah kapal kayu pengangkut berbagai jenis bahan makanan dan lain-lain, karam saat berada di pelabuhan rakyat Haji Ibul di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Jumat (15/5/2020) pagi.

Kapal bernama KLM Putra Sejahtera 89 ini, menurut informasi, karam saat akan bersiap meninggalkan pelabuhan menuju Tanjung Balai Karimun.

Sebelumnya, para ABK kapal baru saja memuat sejumlah bahan makanan dan beberapa jenis barang lainnya, pada subuh harinya.

Namun nahas, kapal karam dan muatannya berserakan, mengapung di sungai.

Warga yang mengetahui kejadian itu, lantas berebut mengambil muatan kapal itu.

Seperti roti, mie instan, makanan riangan, biskuit, dan lain-lain.

Mereka yang berjumlah ratusan ini, ada yang melompat langsung ke sungai, ada pula yang menggunakan sampan.

Bahkan saat kapal masih bisa dipijaki, tak sedikit pula warga

Tak sedikit pula warga yang membawa karung dan kantong plastik untuk menampung makanan yang hanyut dari kapal itu.

Padahal, ada bahan bakar minyak (BBM) yang ikut tumpah ke sungai dan berpotensi membahayakan.

Beruntung, personel kepolisian dari Polresta Pekanbaru dan Polsek Kawasan Pelabuhan, cepat datang ke lokasi dan langsung melakukan pengamanan.

Polisi juga mengimbau warga menjauh dari lokasi sekitar kapal.

Pantauan Tribun, hingga Jumat siang terlihat kapal nahas itu sudah tenggelam separuh.

Sementara, pihak kapal, Arianto memaparkan, kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah.

“Kerugian mencapai 4 miliar. Sudah termasuk kapal dan logistik,” sebutnya.

Arianto pun mengaku tak berdaya menahan warga yang hendak mengambil barang muatan yang berhamburan dari kapal itu.

Dia sudah mencoba melarang, namun jumlah warga yang begitu banyak, tidak bisa dia halangi.

“Tadi masyarakat udah dilarang. Tapi bagaimana lagi barang sebanyak itu. Akhirnya datang kepolisian, barulah berhenti,” paparnya.

“Kerugian di antaranya mie instan sebanyak 7.500 dus, teh gelas 3.000 dus, telur 1.500 papan, jelly 4.600 dus, aqua 500 galon, tataboga 1.072, oli PLN 21 drum, besi ring 500 batang, perabot 100, buku erlangga, sparepart motor, sayur, dan minyak makan,” sambung Arianto merincikan muatan kapal.

Barang-barang tersebut, ada yang milik perusahaan dan pribadi. Katanya, ada dari Indofood dan PLN, sehingga dapat diasuransikan oleh perusahaan.

Arianto pun menampik jika kapal miliknya itu, kelebihan muatan.

“Tidak kelebihan muatan. Tapi arus deras, jadi oleng. Harusnya 150 ton, kami tadi hanya bawa 80 ton,” pungkasnya.

 

Baca Juga:   SBY Dirawat di RSPAD, Pertemuan dengan Prabowo Jadi Batal

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com



Be Smart, Read More