Pengumuman Kelulusan Siswa SMP di Pekanbaru Jelang New Normal, Disdik Melarang Ini

Pengumuman Kelulusan Siswa SMP di Pekanbaru Jelang New Normal, Disdik Melarang Ini
Pengumuman Kelulusan Siswa SMP di Pekanbaru Jelang New Normal, Disdik Larang Konvoi dan Coret Baju. Foto: Pelajar konvoi dan coret baju usai pengumuman kelulusan. Dok.Istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas menegaskan agar para siswa SMP tidak merayakan kelulusan.

Ada rencana pengumuman kelulusan tingkat SMP, Jumat (5/6/2020) sore.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melarang siswa untuk menggelar konvoi saat merayakan kelulusan.

Mereka juga melarang siswa SMP corat-coret dan berkumpul merayakan kelulusan.

“Jangan sampai mencoreng pendidikan kita saat merayakan kelulusan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada Tribun, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, dinas sudah mengumpulkan kepala sekolah beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan agar kepala sekolah mencegah siswa untuk tidak konvoi dan corat-coret pakaian saat merayakan kelulusan.

Pengumuman hasil kelulusan bakal disampaikan langsung ke whatsapp orangtua siswa.

Mereka mengumumkan secara online untuk mencegah para siswa berkumpul di sekolah.

Dinas mengimbau agar siswa tidak datang ke sekolah saat pengumuman kelulusan.

Walau pihak sekolah menempel pengumuman kelulusan.

Mereka mengumumkan kelulusan pada pukul 16.00 WIB.

“Kalau bisa lihat pengumumannya secara online saja,” paparnya.

Ismardi menyebut dinas menyerahkan keputusan untuk kelulusan kepada pihak sekolah.

Dinas tidak bisa melakukan intervensi.

Ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan pihak sekolah untuk kelulusan di luar nilai.

Ia menyebut guru lebih paham para siswanya.

“Bisa saja ada yang tidak lulus. Mungkin ada penilaian dari sekolah untuk tidak meluluskannya,” jelasnya.

Ismardi menyampaikan bahwa penentu kelulusan yakni nilai rata-rata peserta didik selama lima semester.

Kebijakan ini bagi sekolah yang tidak bisa menggelar ujian.

Mereka tidak bisa mengumpulkan peserta didik sekaligus untuk menggelar ujian sekolah.

Kondisi tersebut sebagai dampak pandemi covid-19.

Peserta didik pun sudah belajar di rumah sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

Kebijakan menggunakan nilai lima semester terakhir bagi sekolah yang belum atau tidak melaksanakan ujian sekolah.

“Jadi untuk SMP, nantinya menggunakan rata-rata nilai semester I hingga VI,” terangnya.

Jumlah siswa kelas IX di Kota Pekanbaru saat ini mencapai 17.629 orang.

Mereka menyebar di 168 SMP negeri, SMP swasta dan MTs di Kota Pekanbaru.

10.556 siswa SMP negeri dan 7.073 siswa SMP swasta dan MTs.

Sumber : Tribunnewspekanbaru.com

Baca Juga:   Turis WNI Dilarang Masuk Israel, Ini Respons Mentri luar Negri


Be Smart, Read More