Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Berikut Cerita Video Call Terakhir Serma Rama Wahyudi dengan Keluarga

Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Berikut Cerita Video Call Terakhir Serma Rama Wahyudi dengan Keluarga
Presiden Joko Widodo berfoto bersama personel TNI yang akan menjadi pasukan perdamaian PBB di Kongo dan Lebanon. Dok.Fabian Januarius Kuwado via Kompas.com
Bagikan :

BERITA RIAU, Sosok Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI yang menjadi bagian dari kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB (MONUSCO) dan gugur dalam tugas di Republik Kongo, Afrika, dikenal sebagai pribadi yang baik dan tegas.

Demikian disampaikan keluarga almarhum, dalam hal ini adik iparnya, Arfan Nur Fahri.

“Saya sebagai adik iparnya, almarhum kayak abang sendiri. Di mana dia nunjukin hal yang benar, nunjukin hal yang salah.”

“ Dia suka diam, tapi tegas. Banyak teman-temannya juga yang bilang beliau orangnya baik, pokoknya susah bang untuk dijelaskan,” urai Arfan saat dihubungi Tribun via sambungan WhatsApp, Rabu (24/6/2020) siang.

Disebutkan Arfan, sebelum dinyatakan gugur, Serma Rama sempat menghubungi istri dan anak-anaknya, pada Minggu (21/6/2020) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

“Terakhir kontakan kakak saya, bersama anak-anaknya dengan almarhum, itu jam 9 malam hari Minggu, masih video call-an.”

“ Awalnya begini, dia (almarhum) bilang mau kerja sebentar, mau ambil air. Nanti dihubungi lagi kalau sudah selesai kerjanya,” ungkap Arfan.

Disebutkan Arfan lagi, almarhum juga pernah menghubungi dia lewat sambungan telepon.

Ketika itu, Serma Rama sempat menyampaikan akan pulang ke Pekanbaru sekitar bulan Agustus 2020 ini.

“Sempat hubungi saya terakhir teleponan, katanya bulan 8 ini mau pulang (ke Pekanbaru). Dapat cuti 1 bulan, kalau tidak ada Corona. Kalau dia pulang, kami sudah siapkan semuanya, ya namanya Allah berkehendak lain,” tuturnya.

Ditanyai soal informasi kedatangan jenazah almarhum, Arfan memaparkan, paling lama 2 minggu.

“Kalau secepat-cepatnya, jenazahnya tiba di tanah air 2 sampai 5 hari,” bebernya.

Dikisahkan Arfan, almarhum merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dia memiliki seorang istri dan 3 orang anak, yang terdiri dari 1 laki-laki dan 2 perempuan.

Almarhum tinggal di Jalan Garuda Sakti, Kilometer 6, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Di sana juga tinggal orangtua almarhum, beserta istri dan anaknya.

Awal mula keluarga tahu tentang peristiwa yang menimpa almarhum kata Arfan, disampaikan langsung oleh Komandan Denpal Pekanbaru.

“Disampaikan secara langsung kepada keluarga, kepada kita semua di rumah. Bertatap muka pukul 7.15 WIB kemarin,” ungkapnya.

Pihak keluarga disebutkan Arfan, sudah ikhlas dan menerima kepergian almarhum.

Untuk diketahui, Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI yang merupakan personel kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB (MONUSCO), gugur dalam tugas di Republik Kongo, Afrika.

Almarhum gugur setelah diserang oleh pemberontak yang tergabung dalam Pasukan Aliansi Demokratik (ADF) pada Senin malam (22/6/2020) waktu setempat.

Saat itu, Serma Rama sedang patroli bersama sejumlah rombongan. Tiba-tiba dia diserang, sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara.

Serma Rama Wahyudi gugur akibat serangan itu.

Sementara satu anggota TNI lainnya yaitu Pratu Syafii Makbul mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Sumber : Tribunpekanbaru

Baca Juga:   Tunggakan PBB Pekanbaru Capai Rp13 M


Be Smart, Read More