Berada di ZONA MERAH, Objek Wisata di Pekanbaru Ditutup, Belajar Tatap Muka Kembali Distop

Taat protokol kesehatan sebagai kunci bebas dari wabah Covid-19
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Berada di zona merah, objek wisata di Pekanbaru ditutup, belajar tatap muka kembali distop. Wabah Covid-19 di Indonesia tampaknya tak menunjukan tanda-tanda akan berakhir.

Penularan terus terjadi, angka kematian pun terus bertambah.

Masih tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia terjadi lantaran kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Warga mulai lupa memakai masker, mencuci tangan debgan sabun dan melalaikan menjaga jarak.

Di Kota Pekanbaru misalnya. Masih saja ada warga yang berbondong-bondong mengunjungi obyek wisata selama libu lebaran Idul Fitri.

Padahal, Kota Pekanbaru termasuk dalam zona merah atau resiko tinggi.

Untuk mencegah penularan Covid-19 akibat kerumunan, Pemerintah Kota Pekanbaru menutup semua objek wisata.

Baca Juga:   Kabupaten Rokan Hilir Mendapat Bantuan 5 Unit Mobil Transportasi Massal Lewat Dana Alokasi Khusus

Satpol PP Kota Pekanbaru bersama Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru pun terus melakukan pengawasan taman rekreasi atau objek wisata.

“Kita lihat masyarakat masih ramai di pusat keramaian, kita imbau disiplin ikuti prokes,” terang Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (19/5/2021) kemarin.

Menurutnya, tim fokus melakukan upaya mencegah penyebaran covid-19.

Ia menyebut kunci utama yakni menghindari kerumunanan.

“Maka kita setiap malam melakukan operasi pendisiplinan dan membubarkan kerumunan dan pelaku usaha nantinya bakal mendapat sanksi,” ujarnya.

Adanya penutupan pusat keramaia ini berlangsung selama tujuh hari.

Baca Juga:   Kapolda Riau: Kayu Ditebang, Dibakar, lalu Kawasan Dirambah Jadi Kebun Sawit

Seluruh pelaku usaha taman rekreasi atau wisata bisa menutup usaha terhitung 16 Mei 2021 hingga 23 Mei 2021 mendatang.

“Jadi tidak cuma objek wisata, tapi nanti diperluas sampe ke hotel atau gedung yang punya ruang pertemuan,” tegasnya

Surat edaran ini sudah dilayangkan ke pengelola taman rekreasi atau wisata.

Satgas juga melayangkan surat edaran kepada pengelola gedung, hotel dan convention center.

Pasang surut wabah Covid-19 memaksa sekolah-sekolah untuk kembali menjalani belajar dalam jaringan atau daring.

Proses belajar mengajar secara tatap muka yang sempat digelar di sejumlah sekolah pun dihentikan.

Sedangkan sekolah di zona kuning dan zona hijau tetap lanjut belajar tatap muka.

Baca Juga:   Apresiasi Keterbukaan Anies Yang Umumkan Positif Corona, PKS: Terbuka Tentang COVID-19 Bukan Aib

Sebab, mayoritas kelurahan saat ini masuk zona merah covid-19 dengan resiko penularan yang tinggi.

Sebanyak 28 kelurahan dari 83 di Pekanbaru ternyata masuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Lonjakan zona merah cukup luar biasa, maka semua belajar daring saja,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas.

Sedangkan bagi sekolah yang menggelar tatap muka terbatas di zona kuning dan hijau akan tetap dievaluasi.

Satu poin evaluasi yakni konsistensi penerapan dan disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Jadi jangan kendor penerapan prokes, sehingga tidak ada kerumunanan. Jangan sampai ada klaster sekolah,” paparnya.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More