Gara-gara Rebutan Sawit, Kaki Petani di Rohil Putus Kena Tebas Parang

Muhdanial, seorang petani sawit di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sedang menjalani perawatan
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Pekanbaru, Gara-gara rebutan sawit, kaki petani di Rohil putus kena tebas parang. Muhdanial, petani sawit di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Kaki kiri Muhdanial putus terkena tebasan parang oleh pelaku berinisial JG.

Perkaranya diduga, dipicu karena rebutan buah sawit yang ada di lahan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

“Korban masih dirawat di RS Pratomo Widodo Bagan Siapi-api,” kata Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto kepada Tribun, Sabtu (9/1/2020).

Disinggung terkait motif lain, Nurhadi menuturkan, sejauh ini masalah tersebut terjadi memang karena saling klaim kepemilikan sawit.

Baca Juga:   Antarkan Pesanan Sabu dan Pil Ekstasi ke Duri, Warga Rohil Ditangkap Polisi

“Hanya itu saja, saling klaim sawit yang dipanen korban, itu miliknya keluarganya dia (pelaku),” sebutnya.

Kemungkinan perbuatan yang dilakukan pelaku sampai nekat menebas kaki korban, lantaran amarahnya sudah memuncak.

“Iya, karena sudah diingatkan beberapa kali (oleh pelaku) tetap diambil sama korban di sana,” tutur AKBP Nurhadi.

Kaki kiri muhdanila putus kena tebas oleh seorang pria bernama Joni Ginting (35). (Instagram)

Kronologi

Untuk diketahui, peristiwa bermula saat korban tengah melangsir buah sawit dengan sepeda motor berkeranjang, pada Kamis (7/1/2021), sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat melintas di Gang Buntu Balam, tiba-tiba pelaku datang menghampiri korban.

Keduanya sempat adu mulut, namun tiba-tiba pelaku langsung menebaskan sebilah parang ke arah kaki kiri korban sampai putus. Usai melakukan itu, pelaku pun kabur melarikan diri.

Baca Juga:   Migrant Care meminta KJRI Mengusut Tuntas Kematian TKW Adelina di Malaysia

Keluarga korban yang mendapat kabar korban terlibat keributan, langsung buru-buru ke lokasi.

Sesampainya di sana, terlihat korban kakinya sudah putus. Darah segar pun mengucur.

Pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit, dan membuat laporan di Polsek Bangko.

“Tidak lama setelah kejadian, pelaku langsung datang ke Pos Bhabinkamtibmas Balam, untuk menyerahkan diri. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek Bangko untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto, Jumat (8/1/2021).

Saat diintrogasi, pelaku mengaku melakukan penganiayaan karena dia marah korban sudah sering melakukan pencurian buah kelapa sawit milik pelaku.

Baca Juga:   Bupati Rohil Sampaikan Pesan Menteri Agama

“Kalau keterangan korban, itu rebutan masalah panen pohon sawit di tanah Chevron dan mengklaim sama-sama menanamnya. Hingga saat ini masih kita dalami,” pungkas Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, salah satunya parang yang digunakan pelaku untuk menebas kaki korban.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More