Gelombang Tinggi Menyebabkan Pencarian Korban Banjir NTT Terkendala

Banjir bandang NTT. (Foto: AP/)
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Jakarta, Gelombang tinggi menyebabkan pencarian korban banjir NTT terkendala. Wakil Bupati (Wabup) Lembata NTT Thomas Ola Langodai mengungkapkan gelombang setinggi 2-4 meter menyebabkan pencarian korban banjir bandang dan longsor sulit dilakukan.

Thomas mengaku saat ini pihaknya membutuhkan perahu atau kapal besar untuk melakukan evakuasi di sekitar pesisir pantai, sebab dikhawatirkan banjir bandang juga ikut menyapu dan menghanyutkan beberapa korban hingga ke laut.

“Hari ini pencarian di laut belum bisa dilakukan karena gelombang 2-4 meter. Kita sangat butuh perahu karet atau kapal lebih besar untuk bisa menyisir sepanjang pesisir pantai utara yang berhadapan dengan Laut Flores,” kata Thomas dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (6/4).

Baca Juga:   Anak Tukang Becak di Kabupaten Kepulauan Meranti Wakili Riau Dalam Parlemen Remaja di Jakarta

Selain itu, Thomas bakal mempersiapkan strategi mitigasi pasca bencana dengan menyiagakan alat berat di setiap kecamatan, guna membantu proses evakuasi bongkahan rumah yang dihadang banjir bandang maupun longsor.

Ia mengakui bahwa Kabupaten Lembata kerap diadang bencana tanah longsor akibat struktur tanah. Namun, menurutnya bencana banjir bandang ini pertama kalinya terjadi di Lembata.

“Ke depan minimal satu kecamatan itu bisa punya alat berat yang siap dioperasikan. Kalau musim kemarau bisa dioperasikan untuk galian bangunan, pada saat musim hujan dia bisa bertugas membersihkan material longsoran,” jelasnya.

Baca Juga:   Oknum PNS dan Honorer Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti Jadi Tersangka Dalam Kasus Korupsi Retribusi Kempang dan Kapal Barang

Sejauh ini, sebanyak 21 orang warga Lembata terkonfirmasi meninggal dunia, sementara 44 lainnya masih dilaporkan hilang dan masih terus diupayakan pencarian.

“Saya mendapat informasi dari anak muda yang tergabung di lembaga, mereka mencari dari rumah ke rumah itu bisa meningkat menjadi 48 yang belum ditemukan itu,” kata dia.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang meninggal dunia dampak bencana banjir dan longsor di NTT pada Minggu (4/4) lalu. Kemudian sebanyak 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

Baca Juga:   Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Prioritaskan SDM dengan Peningkatan Mutu dan Pendidikan Berkarakter

Sementara itu jumlah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958 orang, Rote Ndao 672 jiwa (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

 

Sumber: CNNIndonesia.com



Be Smart, Read More