Hendak Mandi di Sungai, Seorang Bocah 7 Tahun Tewas Digigit Ular Kobra

Ilustrasi king kobra
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Hendak mandi di sungai, seorang bocah 7 tahun tewas digigit ular kobra. Seekor ular king kobra menyerang dan menewaskan bocah berumur 7 tahun.

Bocah tersebut merupakan warga di Desa Baharu, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Russian Ahmadi Kaya memberikan keterangannya.

Ia mengatakan, korban digigit ular saat hendak mandi di sungai yang tak jauh dari rumahnya.

“Korban mau mandi di aliran sungai kecil habis datang dari acara undangan bersama orangtuanya. Kemudian ketika mau mandi langsung digigit ular kobra pada tangan kiri,” ujat Russian Ahmadi Jaya saat di konfirmasi, Minggu (28/2/2021) petang.

Mengetahui sang anak digigit ular, kedua orang tua membawanya ke rumah sakit.

“Korban sempat mendapatkan perawatan medis tapi akhirnya anak tersebut nyawanya tidak tertolong,” jelasnya.

Pemadam kebakaran Kotabaru dikerahkan untuk mencari keberadaan king kobra yang telah merengut nyawa bocah malang itu.

Pencarian terhadap ular dilakukan karena ditakutkan akan kembali menelan korban jiwa.

“Beberapa jam pencarian, betul, jenisnya memang King Kobra. Sudah dibawa Dinas Pemadam Kebakaran Kotabaru,” tambahnya.

Baca Juga:   OKI Palu Juara 1 SUCA 4 Indosiar, di Grand Final Tumbangkan Pesaingnya Ebel dan Kang Didi

Russian menambahkan, jenazah korban sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan.

Dia mengimbau kepada seluruh orang tua untuk senantiasa mengawasi anaknya.

King Kobra Panjang 3 Meter Masuki Rumah Warga, Ditangkap di Meja Belajar di Dalam Kamar

Seekor ular jenis King Cobra masuk ke rumah warga di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/9/2020).

Kabid Ops Damkar Padang, Basril mengatakan semula pihaknya sempat mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan ular masuk ke rumah warga.

“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menurunkan petugas untuk melakukan evakuasi,” sebut Basril, Senin (21/9/2020).

Kata dia, setelah sampai di lokasi dan diketahui kalau ular tersebut merupakan jenis king kobra.

“Panjangnya sekitar 3 meter, dan petugas kami melakukan panangkapan menggunakan tongkat penjepit ular,” katanya.

Kata dia, pihaknya menjepit kepalanya dan setelah berada di posisi yang aman pihaknya menarik ekornya.

Selanjutnya, kepala ular tersebut diberi lakban agar tidak melawan atau menyerang orang.

Baca Juga:   Pemuda Antar Kampung di Riau Tawuran Saat Puasa Ramadhan, Berikut Kronologinya

“Saat ditangkap, ular itu posisinya berada di dalam kamar dan dekat meja belajar,” katanya.

Sejauh ini pihaknya, tidak mengalami kesulitan dalam melakukan evakuasi ular tersebut.

Basril menyebutkan kalau ular tersebut sangat berbisa dan bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat harus berhati-hati terhadap hewan tersebut.

“Kalau ada menemukan binatang melata ini jangan dilempar atau dipukul, agar mereka tidak melawan. Karena itu berbahya terhadap orang yang ada di sekitarnya,” kata Basril.

Warga Diminta Berhati-hati

Selain ular, ia juga mengingatkan masyarakat berhati-hati terhadap lebah, kalajengking dan hewan berbisa lainnya.

“Karena bebahaya terhadap orang yang berada di sekitarnya,” katanya

Selanjutnya, ular tersebut diserahkan kepada Komunitad Pecinta Reptil bernama Danu.

Danu mengatakan kalau ular tersebut merupakan jenis yang sangat berbisa dan berbahaya.

“Selanjutnya akan kita rehabilitasi, dan kita cari tahu apa kebiasaan makanannya,” kata Danu.

Kata dia, ular tersebut berumur sekitar 5 tahun dan baru saja berganti kulit.

Ular Piton Panjang 5 Meter Ditemukan Penyabit Rumput

Seekor ular piton sepanjang 5 meter ditemukan di Perum Griya Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Baca Juga:   Polres Kampar Musnahkan 4,46 Kg Sabu dan Pelaku Terancam Hukuman Mati

Ular tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang wanita yang sedang memotong rumput.

Wanita yang bernama Tati Murni itu melihat ular itu tengah sembunyi di akar sebuah pohon yang sudah mati.

Ular piton sembunyi di akar pohon. (Istimewa)

Ia pun meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Payakumbuh untuk mengevakuasi hewan itu.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra mengatakan, ular tersebut ditemukan oleh warga pada Minggu (20/9/2020).

“Ular itu jenis piton dengan panjang lebih kurang 5 meter,” kata Devitra, Senin (21/9/2020).

Ular tersebut ditemukan wanita bernama Tati Murni sedang memotong rumput untuk makanan ternaknya.

Tiba-tiba Tati melihat seekor ular piton berada di bawah pohon yang sudah mati.

“Kami datang ke lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan selesai mengevakuasi ular tersebut sekitar pukul 11.40 WIB,” katanya.

Beruntung ular tersebut tidak menyerang warga sekitar.

“Alat yang digunakan berupa tongkat penjepit ular dan dimasukkan ke dalam karung,” sebutnya.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More