Kesal Karena Lambat Direspon, Bupati Kampar Tegur Bawahan Soal Banjir di Desa Suka Ramai

Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto dikabarkan kesal, Selasa karena banjir di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu lamban direspon bawahan. FOTO: Seorang kakek mengevakuasi ayam ternaknya dari banjir di Desa Suka Ramai Kampar, Sabtu (25/9/2021). Hari ini, Minggu (26/9/2021) banjir sudah mulai surut.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Kampar, Kesal karena lambat direspon, Bupati Kampar tegur bawahan soal banjir di Desa Suka Ramai. Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto dikabarkan kesal, Selasa (28/9/2021) karena banjir di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu lamban direspon bawahan.

Informasi dari sumber Tribunpekanbaru.com, Bupati Catur menegur bawahannya terkait penanganan banjir Suka Ramai.

Ia menegur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial karena lamban memberi bantuan kepada korban banjir.

“Ada yang dipanggil Bapak tadi. Ada Dinas Sosial dan BPBD. Sepertinya soal banjir Suram,” kata sumber, Selasa pagi.

Baca Juga:   Maling Rumah PNS, Ijal dan Oceng Mendekam di Polsek Tebingtinggi

Kepala Desa Suka Ramai, Arusman mengaku belum ada bantuan yang diterima masyarakat korban banjir. Selasa ini adalah hari ketiga pascabanjir Sabtu (25/9) dini hari lalu.

“Sampai sekarang belum ada (bantuan). Tapi infonya Pak Bupati mau turun,” kata Arusman. Ia mengaku, PT Arindo Tri Sejahtera 1 juga belum memberi respon.

Sebelumnya dalam pemberitaan Tribunpekanbaru.com, Arusman menduga kuat banjir disebabkan peremahaan sawit PT ATS 1.

Resapan air berkurang karena peremajaan sawit. Sehingga saat turun hujan, air langsung mengalir ke Sungai Suram lalu meluap.

Baca Juga:   Portal Berita Kepulauan Meranti

Pernyataan Arusman kemudian diperkuat oleh keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Disebutkan bahwa banjir dikarenakan hujan lebat dan aktivitas perusahaan sekitar kawasan terdampak banjir.

“Aktivitas perusahaan di sekitar kawasan terdampak menyebabkan kurangnya resapan air. Debit air hujan juga mengakibatkan anak Sungai Suram meluap,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (27/9/2021) pagi, mengutip informasi dari BPBD Provinsi Riau.

Sikap BPBD dan Dinas Sosial berbeda dengan banjir bandang di Desa Ludai Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada 30 Agustus 2021 lalu. BPBD dan Dinas Sosial Kampar sampai turun dua kali ke lokasi.

Baca Juga:   Pagi Ini Pangdam I/BB dan Kapolda Riau Mengunjungi Pasar Kodim Pekanbaru

Bahkan terakhir, Sekretaris Daerah Yusri ikut turun menyerahkan bantuan kepada korban banjir pada 2 Agustus.

Kepala BPBD Kampar, Dedi Sambudi dan Kepala Dinas Sosial Kampar, Muhammad belum merespon. Pertanyaan Tribunpekanbaru.com belum mereka balas hingga berita ini diturunkan.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More