Mampu Deteksi Sampai Jarak 12.500 Km, Pencarian Kapal Selam Nanggala Libatkan Pesawat Poseidon

Poseidon P8
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Mampu deteksi sampai jarak 12.500 km, pencarian kapal selam Nanggala libatkan pesawat Poseidon. Pesawat Poseidon P-8 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam pencarian Kapal Selam Nanggala 402 yang hilang kontak di laut Bali ternyata memiliki radar pendeteksi yang super canggih.

Pesawat intai yang biasa digunakan Amerika Serikat untuk mematai-matai kapal selam Rusia dan China ini mampu melihat target secara jelas.

P-8 Poseidon juga mampu menjalankan misi selama 6 jam untuk rentang wilayah 1.100 kilometer dan 4 jam untuk rentang wilayah 2.000 kilometer.

Baca Juga:   Bertambah, Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang Flores Timur NTT Jadi 54 Orang

Pengintai yang dinamai dengan nama dewa mitologi Dewa Laut Yunani, Poseidon itu memiliki dua fitur yang menjadi andalan ‘Sang Dewa Laut’, yaitu penggunaan Magnetic Anomaly Detector (MAD) dan sonobuoys.

Sensor MAD adalah fitur yang melekat pada pesawat dan menjadi bagian dari komponen organik dari pesawat, lantaran sensor MAD yang berada di ekor pesawat sifatnya permanen.

Namun, penggunaan MAD mengharuskan pesawat untuk terbang rendah (sekitar 500 meter dari permukaan laut).

Semakin tinggi sebuah pesawat intai, maka semakin besar lingkaran ketidakpastian kontak MAD-nya.

Baca Juga:   Ruas Jalan HR Soebrantas Tergenang Air Hingga 40 cm, Para Pengendara Roda Dua Harap Hati -Hati

Dilansir dari Indomiliter, Poseidon juga punya radar canggih, surveillance AN/APY-10 besutan Raytheon.

Radar ini dapat mendeteksi, mengklarifikasi dan memilah berbagai emisi elektronik lawan.

Radar yang posisinya disematkan di hidung ini dapat mendeteksi perahu kecil dari ketinggian terbang maksimum (12.500 km).

Selain itu, Poseidon dilengkapi sensor MX-20HD digital electro-optical/infrared (EO/IR) sebagai penuntun laser pada rudal.

Yang tak kalah penting lainnya adalah sonobuoy (sonar buoy), ini merupakan perangkat vital untuk mendeteksi keberadan monster bawah laut, baik secara aktif maupun pasif.

Pesawat ini juga memiliki sensor hidrokarbon yang mendeteksi uap bahan bakar kapal selam meski berada di dasar laut.

Baca Juga:   Ma'ruf Amin Meminta MUI Keluarkan Fatwa Mudik Haram Saat Pandemi Corona

Sebagaimana diketahui pesawat tersebut merupakan pesawat patroli maritim yang berkemampuan intelijen, pengintaian, serta pencarian dan penyelamatan.

Pesawat tersebut dirancang untuk misi ketinggian rendah dan mampu mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Dilansir dari Tribunnews, tim pencarian dan penyelamatan masih melakukan upaya pencarian terhadap KRI Nanggala-402 di 43 kilometer di utara Celukan Bawang.

Lokasi tersebut merupakan lokasi ditemukannya tumpahan minyak yang diduga milik kapal selam.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More