Masih Bergulir di Plarform Sosmed, Polres Kampar Belum Tentukan Sikap Akan Usut Penyebar Video Hoaks Larang Salat Idul Adha

Video hoaks yang beredar dengan tulisan,' kejadian di riow tidak boleh shalat idul adha'.Polres Kampar belum pasti akan usut penyebar.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Siak Hulu, Masih bergulir di plarform sosmed, Polres Kampar belum tentukan sikap akan usut penyebar video hoaks larang salat Idul Adha. Jagat maya sempat dihebohkan dengan video hoaks Satuan Polisi Pamong Praja melarang Salat Idul Adha dan ricuh. Tetapi pihak Kepolisian Resor Kampar tampaknya belum menentukan sikap.

Kepala Polres Kampar, AKBP Moh Kholid yang ditanyai soal video viral tersebut, tidak menjawab dengan gamblang ihwal upaya yang akan dilakukan mengusut pelaku.

Kholid mengatakan, asal video hoaks itu dari Jawa. Ia mengatakan, peristiwa dalam video itu adalah aksi unjuk rasa tiga tahun lalu.

Baca Juga:   Portal Berita Rokan Hulu

“Ya, nanti kita ini. Itu orang di Jawa yang bikin (video hoaks),” katanya singkat kepada Tribunpekanbaru.com sembari terburu-buru masuk ke mobil dinasnya meninggalkan Kebun Binatang Kasang Kulim setelah meninjau vaksinasi keliling Covid-19, Minggu (25/7/2021).

Video itu mulai beredar Selasa (20/7/2021) atau tepat di Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Video itu memperlihatkan seakan-akan Satpol PP melakukan pembubaran paksa.

Bentrokan seperti tergambar dalam video terjadi di halaman Kantor Bupati Kampar pada Senin (16/7/2021).

Tribunpekanbaru.com sendiri berada di lokasi aksi sedang melakukan peliputan kala itu.

Baca Juga:   Siswa SMP di Riau Tewas Dianiaya Temannya di Senja Hari

Video itu adalah aksi unjuk rasa berhari-hari yang berujung bentrok.

Aksi unjuk rasa diikuti gabungan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar dan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

RTK menuntut honor mereka dibayar. Massa aksi akhirnya dibubarkan paksa oleh personil Satpol PP.

Video hoaks larangan Salat Idul Adha yang viral masih bergulir di plarform media sosial Facebook.

Penyebarannya belum berhenti. Video bahkan diberi teks yang lebih seram.

Seperti yang diunggah oleh pemilik akun Facebook “Chomenk Gadjah”, Kamis (22/7/2021) atau berjarak dua hari sejak video ini viral pertama sekali pada Selasa (20/7/2021).

Baca Juga:   Sawah, Ladang, Rumah, Sekolah Hingga Kuburan Terus Diterjang Ombak

Konten diunggah pada akun Facebook Grup Tembang Sunda Lawas (TSL).

Dilihat di unggahan akun ini, Jumat (23/7), tulisan muka berisi “Setan Wungkul”. Video dimodifikasi dari video yang pertama. Tampilan video dibagi dua.

Bagian kiri berisi hujatan dan tudingan sangat sensitif, bagian kanan video yang sama dengan ukuran diperkecil.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More