Selain DLHK, Pihak Lain Dilarang Pungut Retribusi Pelayanan Sampah di Pekanbaru Per 1 September 2021

Muai 1 September 2021, pihak lain tidak boleh lagi memungut retribusi pelayanan sampah di Pekanbaru. FOTO: Satu truk operator mengangkut sampah di TPS depan Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Pekanbaru, Selain DLHK, pihak lain dilarang pungut retribusi pelayanan sampah di Pekanbaru per 1 september 2021. Muai 1 September 2021, pihak lain tidak boleh lagi memungut retribusi pelayanan sampah di Pekanbaru.

Proses pemungutan retribusi pelayanan persampahan atau kebersihanhanya bisa dilakukan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

Kebijakan ini berlaku terhitung pada 1 September 2021 mendatang.

Mereka yang bisa mengutip retribusi pelayanan persampahan hanya petugas yang memiliki surat perintah tugas dari DLHK Kota Pekanbaru.

Baca Juga:   Tingkatkan Riau Bertani, Gubernur Riau Syamsuar Serahkan Bantuan 284 Unit Alat Pertanian

“Jadi terhitung awal September, ormas atau lembaga selain DLHK tidak boleh mengutip retribusi sampah,” tegas Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Raja Marzuki kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, petugas dari DLHK Kota Pekanbaru memungut retribusi pelayanan tidak cuma memilik surat perintah tugas. Mereka juga memiliki identitas dengan tanda pengenal yang jelas.

Wali Kota Pekanbaru sudah menerbitkan instruksi terkait pengelolaan persampahan dan pemungutan retribusi pelayanan persampahan. Satu poin dalam instruksi yakni camat, lurah bersama RT dan RW ikut membantu pengawasan.

Mereka bisa ikut mencegah adanya pungutan liar layanan persampahan di lingkungannya. Pengawasan ini juga untuk mencegah masyarakat buang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ilegal.

Baca Juga:   Pengelola Hiburan Ajukan Permohonan Serta Penuhi Panggilan Satpol PP Pekanbaru

Marzuki mengingatkan agar masyarakat bisa menbuang sampah di TPS yang resmi. Jadwal membuang sampah di TPS mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Dirinya juga menjelaskan bahwa terhitung 1 September 2021 tidak boleh lagi angkutan sampah mandiri yang beraktivitas.

Mereka adalah angkutan sampah ilegal tanpa izin dari DLHK Kota Pekanbaru.

Pihaknya sudah menunjuk dua mitra sebagai operator angkutan sampah.

Mereka yakni PT.Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT. Samhana Indah (SHI).

PT.GTJ mengangkut sampah di Zona I yakni wilayah Kecamatan Bina Widya, Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai.

Baca Juga:   Ahok Segera Menikah ? Bripda Puput Nastiti Devi Langsung Mundur dari Polwan

PT.SHI mengelola sampah di wilayah Zona 2 meliputi Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Lima Puluh, Sail, Pekanbaru Kota, Tenayan Raya, Kulim, Sukajadi dan Kecamatan Senapelan.

Wilayah pelayanan Zona 3 dilakukan swakelola oleh Bidang Pengelolaan Sampah DLHK. Wilayahnya yakni Kecamatan Rumbai, Kecamatan Rumbai Barat dan Kecamatan Rumbai Timur.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More