Seorang Ibu Aniaya Anaknya Usia 1 Tahun 8 Bulan Lantaran Kesal Suami Lebih Perhatian ke Istri Pertama

Ilustrasi
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Seorang ibu aniaya anaknya  usia 1 tahun 8 bulan lantaran kesal suami lebih perhatian ke istri pertama. Viral di media sosial seorang balita berusia 1 tahun 8 bulan dianiaya oleh ibunya.

Penganiayaan tersebut diketahui dari video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang balita dimasukan kedalam ember dan kepalanya direndam air hingga menangis yang diduga dilakukan oleh Ibu kandungnya sendiri.

Polisi mengungkap motif seorang ibu berinisial LQN (22) yang nekat menganiya balitanya di kawasan Ciputat Tangerang Selatan.

Baca Juga:   Dinilai Longgar, Wali Kota Pekanbaru : Pengelola Pusat Perbelanjaan Ikuti Protokol Kesehatan

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menjelaskan, motif pelaku menganiaya balitanya berusia 1 tahun 8 bulan lantaran kesal kepada suaminya.

“Motif tersangka melakukan hal tersebut adalah bentuk kekesalan terhadap suaminya yang kemudian dilampiaskan kepada anak tersangka,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (23/11/2020).

Pelaku kemudian ditangkap. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Tangerang Selatan untuk ditangani oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelumnya mengecam keras perbuatan pelaku LQN.

“KPAI tentu saja sangat mengutuk perbuatan biadap ibu terhadap balita tersebut,” ujar Komisioner KPAI, Putu Elvina saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga:   Miris, Seorang Anak Disiksa dan Dibuang Oleh Orang Tua nya Bersama Selembar Surat

Elvina meminta Kepolisian Tangerang Selatan untuk memproses hukum LQN secara tegas karena kejahatan terhadap anak dinilai merupakan kasus yang serius.

“Dalam kasus di mana pelaku kejahatan adalah orangtua maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana pada Pasal 80 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014,” ucapnya.

Selain itu, kata Elvina, anak yang menjadi korban juga harus mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang intensif hingga dinyatakan pulih.

“Kemudian mempertimbangkan pencabutan kuasa asuh atas anak mengingat kejahatan yang dilakukan orangtuanya,” ucap Elvina.

 

Baca Juga:   Tunggakan PBB Pekanbaru Capai Rp13 M

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More