Tanggal 22 Februari 2021 Sidang Perdana Praperadilan Kedua Rizieq Shihab Akan Digelar

Foto diambil pada 1 Februari 2017 memperlihatkan Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Tanggal 22 februari 2021 sidang perdana praperadilan kedua Rizieq Shihab akan digelar. Sidang perdana untuk gugatan praperadilan yang diajukan Rizieq Shihab akan digelar 22 Februari 2021 mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan itu diajukan kuasa hukum Rizieq atas penangkapan dan penahanan klien mereka yang dinilai tidak sah.

Gugatan itu diajukan pada Rabu (3/2/2021).

“Insya Allah (sidang perdana) Senin, 22 Februari 2021 pukul 09.00 WIB,” ujar Kepala Humas PN Jakarta Selatan Suharno ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (7/2/2021).

Baca Juga:   Jumlah Penumpang Melonjak, Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang Retak

Hakim tunggal yang akan menyidangkan perkara dengan nomor 11/Pid.Pra/2021/PN.Jkt.Sel ini adalah Suharno sendiri.

Pihak kuasa hukum menilai penangkapan Rizieq dipaksakan oleh aparat kepolisian.

Sebab, Rizieq telah mendatangi Polda Metro Jaya pada 12 Desember 2020 untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dalam kasus kerumunan di Petamburan.

“Namun ketika sudah hadir di Polda Metro Jaya, klien kami malah disodorkan surat perintah penangkapan yang memerintahkan sebanyak 199 orang polisi hanya untuk menangkap klien kami seorang, yang nyata-nyata sudah berada di Polda Metro Jaya,” ujar salah satu kuasa hukum Rizieq, Kamil Pasha, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga:   Mulai Hari Ini Jalan Sudirman & HR Subrantas Pekanbaru Ditutup Pukul 05.00-14.00 WIB

Kuasa hukum Rizieq juga menyoroti Pasal 160 KUHP terkait penghasutan yang dijadikan dasar polisi menahan klien mereka.

Adapun pasal itu memiliki ancaman pidana di atas 5 tahun.

Kamil menilai, pasal itu tidak relevan dengan kasus kerumunan yang menjerat Rizieq.

Selain itu, kuasa hukum juga berpandangan penangkapan dan penahanan Rizieq tidak berlandaskan KUHAP maupun Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Ini merupakan gugatan praperadilan kedua yang dilayangkan pihak Rizieq Shihab.

Sebelumnya, gugatan diajukan atas status tersangka Rizieq di kasus dugaan penghasutan dan kerumunan di Petamburan.

Baca Juga:   Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkalis Sosialisasi dan MoU dengan Perpusdes Terbaik se-Riau

Namun, gugatan itu ditolak hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Putusan dibacakan dalam sidang pada 12 Januari 2021.

Hakim menilai penetapan Rizieq sebagai tersangka telah didukung dengan alat bukti yang sah.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More