Terbukti Membawa 1,5 Kilogram Narkoba Jenis Sabu, Pria di Riau Terancam Pidana Mati

Ilustrasi hukuman mati. Seorang pria di Riau terancam pidana mati gara-gara terbukti membawa 1,5 Kilogram narkoba jenis sabu.
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Bangkinang, Terbukti membawa 1,5 kilogram narkoba jenis sabu, pria di Riau terancam pidana mati. Seorang pria di Riau terancam pidana mati gara-gara terbukti membawa 1,5 Kilogram narkoba jenis sabu.

Ancaman hukuman mengerikan itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kampar, Sabar Gunawan melalui Jaksa Fungsional Dedy Iwan Budyono.

Ketika itu, Kejaksaan Negeri Kampar menerima pelimpahan perkara narkotika, Rabu (24/2/2021) dari Kejati Riau.

Dalam perkara ini penegak hukum mendapati barang bukti narkotika berupa sabu seberat kurang lebih 1,5 Kilogram.

Jaksa Fungsional Dedy Iwan Budyono mengatakan, perkara yang dilimpahkan ini merupakan hasil pengungkapan dari Polda Riau.

“Kita menerima penyerahan tersangka dan barang bukti terkait perkara tersebut dari Kejati Riau,” ungkapnya.

Perkara ini merupakan hasil dari pengungkapan jajaran Polda Riau pada 28 Oktober 2020 lalu.

Terdakwa berinisial AS diamankan oleh pihak kepolisian dalam pengungkapan tersebut.

Dalam pengungkapan ini penegak hukum mengamankan barang bukti seberat 1,5 Kilogram.

Baca Juga:   Penyelundupan Sabu ke Lapas dengan Modus Sale Pisang Berhasil di Gagalkan Petugas

Ia menjelaskan, atas perbuatannya, terdakwa didakwa dengan Pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang Undang Narkotika dengan ancaman pidana mati.

“Saat ini tersangka dititipkan di Polres Kampar sambil menunggu perkara disidangkan,” tutupnya.

Terima Pelimpahan 7 Perkara Kriminal, Perkara Narkotika Masih Mendominasi

Sebelumnya, 7 perkara kriminal diwilayah Kabupaten Kampar dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, pada awal Februari lalu.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kampar, Sabar Gunawan mengatakan, sejumlah perkara yang masuk ke Kejari Kampar ini berasal dari Polres Kampar dan sejumlah Polsek di wilayah Kabupaten Kampar.

Diungkapkannya, dari sejumlah perkara yang diterima berkasnya tersebut, ada 13 orang yang menjadi tersangka.

“Para tersangka tersebut, sementara dititipkan di tahanan Mapolres Kampar sambil menunggu jadwal persidangan,” ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com .

Menurutnya, perkara yang dilimpahkan ke Kejari Kampar kali ini tidak keterlibatan anak berhadapan dengan hukum.

Ada tiga perkara narkoba yang berkaitan dengan peredaran sabu dilimpahkan dalam pelimpahan kasus tersebut.

Baca Juga:   BNNP Riau Perketat Pengawasan Terkait Adanya Penemuan Keripik Jamur Mengandung Narkoba

Selanjutnya ada perkara judi yang terdiri dari kasus judi togel dan qiu-qiu.

Lalu selanjutnya berkaitan dengan perkara penadahan.

Ia menjelaskan, saat ini perkara yang masuk ke Kejari Kampar banyak didominasi oleh perkara narkotika.

Sabar meminta seluruh elemen dapat turut membantu dalam mensosialisasikan bahaya narkoba, sebab saat ini situasi sudah memperihatinkan.

Sebelumnya Dandim 0313/KPR, Letkol Inf Leo Octavianus M Sinaga beberapa waktu lalu mengajak segenap pihak untuk turut serta dalam pencegahan peredaran barang haram tersebut.

Ia menuturkan dalam memberangus peredaran narkoba ini semua pihak di Kabupaten Kampar harus berkomitmen dalam mencegah dan meberantas narkoba.

“Tidak bisa hanya satu pihak saja yang bergerak,” ungkapnya.

Menurutnya segenap pihak harus saling berpangku tangan dan sepakat dalam memberantas narkoba.

Ia mengaku mengapresiasi apa yang telah dilakukan penegak hukum dalam rangka pemberantasan narkoba.

Namun demikian menurutnya perlu upaya lebih lagi dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba.

“Dalam pemberantasan narkoba ini TNI selalu siap untuk membantu jika dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:   Dinas Pekerjaan Umum Pastikan Lintasan Aman Dilewati Pembalap Dalam Tour de Siak 2019

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Yusri, yang juga menjabat sebagai Sekda Kampar, beberapa waktu lalu mengaku prihatin banyaknya kasus narkoba di Kampar.

Yusri mengatakan saat ini BNK Kampar sedang berbenah dan melakukan kajian terhadap tinggi kasus narkoba di Kampar, yang juga banyak menyeret para generasi muda.

Ia mengatakan dalam rangka menekan peredaran narkoba BNK akan berupaya menjalin kerjasama berbagai pihak dalam pengentasan peredaran narkoba.

Menurutnya saat ini BNK Kampar tengah melakukan penjajakan dengan ninik mamak dan pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan untuk berperan aktif dalam menekan peredaran narkoba.

Ia mengatakan dengan peran serta berbagai pihak diharapkan masalah narkoba bisa diatasi.

Selain itu BNK Kampar dalam upaya mengentaskan permasalahan kecanduan narkoba, tengah mengusulkan agar Kabupaten Kampar jadi pusat regional rehabilitasi narkoba di Sumatera.

“Ini sudah kita usulkan dan upayakan. Untuk pembentukan tempat rehabilitasi ini kita sepenuh berharap anggaran pusat,” ungkapnya.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More