Terkait Penembakan Pengusaha Batam Haji Permata, Polda Riau Kembali Periksa Petugas Bea Cukai

Foto: Pemilik Hotel Oasis Batam Haji Permata
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Pekanbaru, Terkait penembakan pengusaha Batam Haji Permata, Polda Riau kembali periksa petugas Bea Cukai. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, kembali memeriksa petugas dari Bea Cukai (BC), Senin (25/1/2021).

Pemeriksaan ini terkait dengan kasus penembakan yang menewaskan pengusaha asal Batam, H Jumhan alias H Permata di perairan Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, penyidik kepolisian juga sudah memeriksa Kepala BC Tembilahan, Ari Wibowo, dan Kasi Penindakan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepri, Gunar Wiratno, pada Kamis pekan lalu.

Untuk Senin ini, ada sekitar 6 petugas BC Tembilahan yang diperiksa.

Mereka sebelumnya sempat dipanggil penyidik, namun tidak hadir dengan alasan sedang berada di Kantor Pusat Ditjen BC di Jakarta.

Baca Juga:   400 Kilogram Sabu-sabu Batal Beredar di Riau
Foto yang diterima Tribun Pekanbaru terkait aksi pengejaran terhadap kapal penyelundup kembali dilakukan oleh Satgas patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan, Jumat (15/1/2021). (Foto Rilis KANWIL DJBC KHUSUS KEPRI)

“Iya, sesuai jadwal 6 orang petugas Bea Cukai Tembilahan datang dan sedang menjalani pemeriksaan,” sebut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan.

Diungkapkan Teddy, 6 orang petugas Bea Cukai Tembilahan itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Terkait peristiwa penembakan ini, polisi sudah mengamankan barang bukti berupa 5 buah proyektil diduga dari senjata api yang dipakai petugas BC.

Penyidik Ditreskrimum Polda Riau bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor), akan melakukan analisa lebih dalam terkait senjata apa yang dipakai petugas BC. Termasuk perkiraan jarak tembak.

“Nanti tunggu pemeriksaan Labfor, apakah dari jarak tertentu penembakannya. 5 proyektil itu dari tubuh Haji Permata,” beber Kombes Teddy saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Baca Juga:   Perputaran Rupiah Selama Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Rohil Capai Puluhan Milyar Per Hari

Selain Haji Permata diterangkan Kombes Teddy, ada 3 orang lainnya dari rombongan yang juga terkena tembakan.

“Haji permata, meninggal dunia saat itu. Selanjutnya korban bernama Bahar, meninggal dunia Selasa sore kemarin (setelah sempat dirawat). Kena tembak dibagian kepala. Dia waktu itu
Sebagai pengemudi atau nakhoda kapal, ditembak dari depan,” urai Teddy.

Suasana kedatangan jenazah Haji Permata di Pelabuhan Tanjung Sengkuang Kota Batam. Kedatangan jenazah disambut ratusan anakbuahnya (TRIBUNBATAM.id/Roni)

Korban berikutnya, adalah Abdul Rahman tertembak di bagian telapak kaki sebelah kiri. Akibatnya dia harus mendapat 7 jahitan.

Terakhir adalah Irwan, warga Inhil. Dia mengalami luka di bagian lengan kiri.

“Semua yang kena tembak ini di satu kapal,” terang Teddy.

Ia menambahkan, sejauh ini 20-an orang yang sudah diperiksa. 17 diantaranya dari pihak Haji Permata. Kemudian ditambah 4 orang dari masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Pagi Ini Pangdam I/BB dan Kapolda Riau Mengunjungi Pasar Kodim Pekanbaru

Untuk diketahui, Haji Permata tewas dengan sejumlah luka tembak di bagian dada, pada Jumat (15/1/2021) kemarin. Informasinya, peristiwa terjadi di kawasan perairan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Disebut-sebut, peristiwa ini terkait dengan penyergapan yang dilakukan pihak Bea Cukai dalam mengungkap dugaan penyelundupan rokok ilegal dalam jumlah cukup besar.

Merasa tidak terima, pihak keluarga lalu membuat laporan ke Polda Kepulauan Riau (Kepri). Namun terhitung sejak Senin (18/1/2021) kemarin, kasusnya sudah diambil alih oleh Polda Riau, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukum Korps Bhayangkara Bumi Lancang Kuning.

 

Sumber: Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More