Terus Meningkat, Dinkes Nilai Bukber jadi Penyebab Kasus Corona di Riau Naik Tajam

Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Pekanbaru, Terus meningkat, Dinkes nilai bukber jadi penyebab kasus corona di Riau naik tajam. Kasus positif COVID-19 di Riau terus meningkat tajam. Dinkes Riau menilai kasus Corona di Riau naik tajam gara-gara warga tak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita sudah hampir setiap saat bahas ini. Ya naik, sama-sama kita ketahui karena masyarakat tak disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani, Jumat (30/4/3021).

Mimi menilai buka puasa bersama, kumpul-kumpul dan kafe yang masih buka menjadi penyebab kasus Corona di Riau naik. Masyarakat, katanya, hanya mematuhi protokol kesehatan saat melihat petugas.

Baca Juga:   Capai 1.921 Kasus Kematian Di Riau Akibat Covid-19, Kepala Dinkes Mimi Yuliani Nazir Kembali Ingatkan Protokol Kesehatan

“Kasus naik, buka bersama jalan, kumpul-kumpul jalan, kafe-kafe masih buka. Ada pengawasan, pergi petugas, balik lagi, ya kedisiplinan belum diterapkan,” imbuhnya.

Mimi menyebut pengawasan belum bisa dilakukan secara maksimal saat berbuka puasa. Sebab, petugas juga sibuk dengan aktivitas berbuka.

“Pengawasan dilakukan, tapi tidak bisa 24 jam. Kasus semakin tinggi, dampak semakin berbahaya, ada peningkatan kasus, meninggal. Soal buka puasa, pengawasan sudah ada bagian. Ya yang tahu jalan atau tidak ya yang melihat,” kata Mimi.

“Orang yang mengawasi juga perlu buka puasa. Kalau sudah ada instruksi dari kepala daerah harusnya dijalankan. Jadi kluster tertinggi itu klaster keluarga,” kata Mimi lagi.

Baca Juga:   Dimulai dari MPP Sejumlah Jalan di Pekanbaru Disemprot Disinfektan

Kasus Corona di Riau meningkat drastis sepekan terakhir. Pada Kamis (29/4), ada 579 kasus positif Corona baru di Riau.

Secara kumulatif, ada 43.756 kasus Corona di Riau. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di Sumatera.

Dari jumlah itu, ada 37.925 orang yang telah dinyatakan sembuh. Selain itu, ada 1.071 orang yang meninggal dunia.

 

Sumber: Detik.com



Be Smart, Read More