Bikin Heboh, Cuma Alasan Takut Tidur Sendirian, 2 Pelajar Smp Ini Nekat Nikah Dini !!

Bikin Heboh, Cuma Alasan Takut Tidur Sendirian, 2 Pelajar Smp Ini Nekat Nikah Dini !!
Bikin Heboh, Cuma Alasan Takut Tidur Sendirian, 2 Pelajar Smp Ini Nekat Nikah Dini !!Bikin Heboh, Cuma Alasan Takut Tidur Sendirian, 2 Pelajar Smp Ini Nekat Nikah Dini !!
Bagikan :

BERITA RIAU, Pasangan kekasih yang masih berstatus pelajar SMP mendaftarkan diri untuk menikah di kantor urusan agama ( KUA) Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Sang remaja lelaki masih berusia 15 tahun 10 bulan, sedangkan yang perempuan berusia 14 tahun 9 bulan.

Keinginan pasangan remaja ini untuk menikah sempat ditolak oleh penghulu dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Namun, keinginan mereka terwujud setelah mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama untuk mendapat persetujuan.

Pelaksana Humas Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng Mahdi Bakri yang dikonfirmasi, Minggu (15/4/2018), membenarkan hal tersebut.

Mahdi menceritakan, berdasarkan pengakuan tante sang pengantin, calon pengantin wanita merupakan siswa berprestasi di kelasnya.

Baca Juga:   Ternyata Pengusaha Ini yang Pinjamkan Pesawat Pribadi Antar Jenazah Sridevi, Orang Terkaya ke-6 di Dunia!

Keponakannya tersebut juga tidak hamil dan tidak dijodohkan.

“Menurut tantenya, anak ini mau menikah karena takut tidur sendiri di rumah setelah ibunya meninggal setahun yang lalu. Sementara ayahnya selalu meninggalkan rumah keluar Kabupaten untuk bekerja” ungkap Mahdi seperti yang dilansir TribunPekanbaru.com dari Kompas.com.

Mahdi mengatakan, kedua pasangan pernikahan dini ini datang ke KUA Kecamatan Bantaeng untuk mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Kamis (12/4/2018).

Sebenarnya, kata Mahdi, pasangan tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk dinikahkan.

Sebab, usia calon pengantin laki-laki baru 15 tahun 10 bulan dan calon pengantin wanita masih 14 tahun 9 bulan.

Baca Juga:   Polres Meranti Lewat Bagian Binmas Lakukan Jumat Barokah Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin

Pernikahan dini tersebut terpaksa dilaksanakan, setelah pasangan kekasih itu mengajukan gugatan di Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng dan mendapat dispensasi.

Awalnya penghulu dan KUA Kabupaten Bantaeng menolak menikahkan mereka berdua, karena tidak memenuhi persyaratan. Namun keduanya melakukan gugatan ke Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi. Ya akhirnya dinikahkan secara resmi, karena sudah ada putusan dari Pengadilan Agama,” katanya.

Mahdi menjelaskan, jika tanpa putusan dari Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi, pihak penghulu dan KUA tidak boleh menikahkan anak yang belum cukup usia sesuai aturan yang telah ditetapkan dan undang-undang pernikahan.

Baca Juga:   Bali United Bertemu Persija Jakarta di Final Piala Presiden

“Aturan itu memang ada boleh menikahkan anak dibawah umur, asal ada surat putusan dispensasi dari Pengadilan Agama,” jelasnya.

Penghulu Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng Syarif Hidayat mengatakan, KUA sempat menolak dengan mengeluarkan blanko N9 atau penolakan pencatatan karena usia calon mempelai masih di bawah umur.

“Ini pertama kalinya saya dapat ada calon pengantin semuda ini. Usianya kan di bawah yang dipersyaratkan, apalagi ini dua-duanya sangat muda,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2018).
Sumber : Tribunnews.com

 



Be Smart, Read More