Berduka : Mantan Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara Wafat

Berduka : Mantan Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara Wafat
Berduka : Mantan Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara Wafat
Bagikan :

BERITA RIAU, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Abdul Hakim Garuda Nusantara dikabarkan meninggal dunia, Jumat (3/5/2018). Saat ini, jenazah almarhum berada di rumah duka di Kemang Pratama Regensi Blok M-8 Jalan Kumala 1, Bekasi.

“Iya saya dapat kabar beliau meninggal dunia,” ujar salah satu sahabat almarhum, Adhie Massardi, saat dihubungi.

Abdul Hakim Garuda Nusantara lahir di Pekalongan, 12 Desember 1954. Selama hidup, ia dikenal sebagai pengacara dan pejuang hak asasi manusia. Hakim merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Baca Juga:   Polisi Masih Buru Pemasok Sabu ke Andi Arief

Sejak kuliah di tingkat empat, Hakim sudah menjadi relawan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di Divisi Hak Asasi Manusia. Setelah lulus pada 1978, ia mengambil spesialisasi Hukum Perdata Internasional di Universitas Washington. Selesai dari studinya, ia kembali ke LBH hingga diangkat sebagai direktur lembaga tersebut.

Selain mengabdikan diri di Lembaga Bantuan Hukum, Hakim juga pernah menjabat sebagai Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), ketua pengarah International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), dan menjadi dosen luar biasa untuk mata kuliah Hukum Ekonomi di Fakultas Ekonomi UI.

Baca Juga:   Harga Emas Antam Kini Naik Jadi Rp 660 Ribu per Gram

Ia juga ikut mendirikan dan menjadi ketua Yayasan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam). Sebagai pengacara, ia pernah menangani sejumlah kasus besar seperti Kasus Tanjung Priok 1985 dan Peristiwa 27 Juli 1996.

Abdul Hakim juga mengabdikan diri sebagai Wakil Ketua Tim Penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengadilan HAM, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (1999), Wakil Ketua Tim RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Anggota Tim Revisi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, Departemen Pertahanan (2000).

Pada 2001, ia dicalonkan menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) oleh PP Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia dan LSM. Semula ia menolak pencalonan itu karena merasa ia sudah terlalu sibuk dengan kegiatan-kegiatannya selama ini, tapi akhirnya berhasil diyakinkan.

Baca Juga:   Masih Berani Langgar Aturan Prokes? Satpol PP Siak Bakal Denda Rp 50 Juta Bagi Warung yang Masih Langgar Prokes

Pada 2002, Abdul Hakim terpilih menjadi ketua kelima Komnas HAM untuk periode 2002-2007 menggantikan Djoko Soegianto.

 

Sumber : Liputan6.com



Be Smart, Read More