Disnak Siak Riau Periksa Hewan Kurban, Sempat Temukan Sapi Belum Cukup Umur

Disnak Siak Riau Periksa Hewan Kurban, Sempat Temukan Sapi Belum Cukup Umur
Kepala Dinas Peternakan Siak Susilawati memeriksa umur sapi untuk kurban dengan cara melihat gigi hewan tersebut, Rabu (29/7/2020) di Tualang, Kabupaten Siak. Dok.istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, SIAK – Pedagang ternak di kabupaten Siak sudah mulai mendistribusikan hewan kurbannya ke sejumlah pemesan.

Dinas Peternakan (Disnak) Siak menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan tersebut.

Kepala Disnak Siak drh Susilawati pun ikut turun melakukan pemeriksaan ke lapangan.

Sedikitnya ada 49 orang termasuk Susilawati sendiri yang turun melakukan pemeriksaan. Selain dokter hewan, juga ada paramedis veteriner dan inseminator.

“Kita membagi tim untuk menyisir kecamatan-kecamatan dan kampung-kampung dalam rangka pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Sejauh ini temuan kita adalah ada sapi yang belum cukup umur,” kata Susilawati kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (29/7/2020).

Ia menerangkan, bobot sapi tersebut terlihat besar. Saat diperika ternyata giginya belum berganti atau umurnya belum cukup 2 tahun.

Sesuai keilmuan, sapi belum cukup 2 tahun tidak direkomendasikan untuk disembelih. Ketentuan ini juga sesuai berdasarkan syariat Islam, bahwa sapi kurban minimal berumur 2 tahun.

“Akhirya kami meminta distributor untuk menggantinya. Alhamdulillah pihak distributor kooperatif dan mengasingkan sapi tersebut untuk ditukar dengan sapi yang memenuhi kriteria untuk hewan kurban,” kata Susi.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini rutin dilakukan setiap tahun. Sedangan untuk Idul Adha 1441 H ini, pihaknya sudah bergerak sejak seminggu belakangan.

“Sampai saat ini memang belum selesai. Karena banyak tempat dan hewan kurban yang mesti diperiksa,” kata dia.

Pemeriksaan hewan kurban ini meliputi umur dan kesehatan hewan, baik penyakit nonzoonosis maupun yang zoonosis.

Zoonosis itu hewan sakit dan penyakitnya dapat menular ke manusia dan sedangkan nonzoonis tidak bisa menular ke manusia.

“Sejauh ini tidak ada ditemukan yang tidak sehat. Temuannya cuma ada yang belum cukup umur itu saja,” kata dia.

Pada pemeriksaan ini, tim Disnak Skak sekaligus memberikan pengertian tentang penyembelihan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pemeriksaan juga dilaksanakan sebelum disembelih ( ante mortum) dan setelah disembelih (post mortum).

“Insya Allah bisa dilakukan semua tetapi kalau pemeriksaan post mortum (setelah disembelih) tidak mampu dilakukan semua karena terbatas tenaga pemeriksanya.”

“ Selain itu penyembelihan serentak dan menyebar, hal ini bisa membuat kami kewalahan. Tetapi kami akan bekerja secara maksimal,” kata dia.

Sumber : Pekanbarutribun

Baca Juga:   Berikut Perolehan Medali Asian Games 2018, Indonesia Tambah Lagi Emas


Be Smart, Read More