Gunung Sinabung Erupsi Hari Senin Ini, 5 Kali Lebih Besar dari Erupsi Sebelumnya

Gunung Sinabung Erupsi Hari Senin Ini, 5 Kali Lebih Besar dari Erupsi Sebelumnya
Gunung Sinabung meletuskan awan panas pada pagi tadi, Senin (19/2/2018), pukul 08.53 WIB. Dok.instagram.com/mimi.julid
Bagikan :

BERITA RIAU, Setelah ‘tertidur’ lama, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali erupsi pada Sabtu (8/8/2020) hingga Senin (10/8/2020) pagi. 

Pengamatan wartawan www.tribun-medan.com, terpantau dari puncak gunung membumbung tinggi abu vulkanik sekitar pukul 10.20 WIB.

Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung, pada erupsi ini Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 5000 meter.

Angka ini, sama dengan 7.460 di atas permukaan laut.

“Benar Sinabung baru saja erupsi, tinggi kolom abu mencapai 5000 meter di atas puncak,” ujar pengamat Gunung Sinabung Armen Putra.

Dengan ketinggian kolom abu ini, terdata jika erupsi kali ini lebih besar lima kali lipat dari sebelumnya.

Saat ini, di beberapa grup pesan singkat sudah banyak beredar video yang memperlihatkan Gunung Sinabung sedang memuntahkan material vulkaniknya.

Dari beberapa video tersebut, ada yang terdengar jika dari dalam gunung seperti gemuruh.

Bahkan, ada juga sebuah foto yang memperlihatkan jika letusan kali ini terlihat hingga ke Kota Binjai.

Warga Desa Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Wanto Sembiring (49) bertutur bahwa desanya gelap saat erupsi terjadi.

“Gelap sekali, serasa malam akibat debu, sampai saat ini lampu rumah tetap dinyalakan,” ujar Wanto Sembiring saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2020).

Warga hingga saat ini memilih tinggal di rumah sambil menunggu debu vulkanik habis.

Dari penuturannya, erupsi kali ini lebih besar dari erupsi yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020).

“Lebih besar dari yang pertama itu, pada Sabtu (8/8/2020), pokoknya desa kita saat erupsi terasa gelaplah,” sambungnya.

Akibat erupsi, warga sekitar tidak berani keluar rumah, sebab debu sudah selimuti Desa Naman Teran.

“Karena erupsi itu, Desa kita ini sempat gelap dan warga tidak berani keluar rumah,” sambungnya.
Dia juga menuturkan bahwa kondisi saat ini di desa Naman Teran masih terkendali.

“Kondisi masih aman, tetap terkendali. Para petugas masih tetap waspada dan tetap bersama dengan warga. Aman sampai saat ini,” pungkasnya.

Warga yang bermukim di sekitaran Gunung Sinabung berhamburan keluar rumah dan berlari ke tempat aman.

Pantauan Tribun Medan dari video amatir yang berhasil dihimpun, terlihat, warga berlarian keluar rumah.

Sesekali warga melihat ke belakang.

Di langit, terlihat gumpalan abu vulkanik yang dibawa angin bergerak perlahan menutupi wilayah sekitarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, tinggi kolom erupsi Gunung Sinabung mencapai lebih dari 5.000 meter dari puncak Gunung Sinabung atau lebih 7.460 meter dari atas pemukaan laut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pos Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra.

Dalam penjelasannya ia mengatakan, erupsi Gunung Sinabung menyebabkan kolom abu yang berwarna coklat gelap dan mengarah timur dan tenggara.

Untuk itu, Armen mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau memasuki zona merah Sinabung yang sudah direkomendasikan.

“Untuk warga yang terdampak abu vulkanik letusan Sinabung, kami imbau agar melindungi diri dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Hingga Senin, dari informasi yang berhasil didapat z tingkat kegempaan Gunung Sinabung masih terus meningkat dan berpotensi kembali terjadi erupsi susulan.

Hingga kini, status Gunung Sinabung masih Siaga Level III.

Sumber : Tribunpekanberu

Baca Juga:   Tanpa Tanda-Tanda, Gunung Merapi Mengalami Letusan Freatik, Warga Di Himbau Untuk Menjauh Radius 3 km Dari Puncak Merapi


Be Smart, Read More