Hewan Yang Sakit Tak Boleh Dijual, Kesejahteraan Hewan Harus Diperhatikan

Hewan Yang Sakit Tak Boleh Dijual, Kesejahteraan Hewan Harus Diperhatikan
Salah satu tempat penjualan hewan kurban di Kota Pekanbaru Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Hewan Sakit Tak Boleh Dijual, Kesejahteraan Hewan Harus Diperhatikan, http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/08/21/hewan-sakit-tak-boleh-dijualkesejahteraan-hewan-harus-diperhatikan?page=2. Editor: harismanto
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Kesejahteraan ternyata tak hanya menjadi monopoli manusia. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Riau, Drh. Askardiya R Patrianov MP, kesejahteraan hewan juga harus menjadi perhatian.

Dijelaskannya, kesejahteraan hewan (Kesrawan) adalah segala urusan yang berhubungan dengan fisik dan mental hewan. Perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan bertujuan melindungi hewan dari perlakuan tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.

Adapun prinsip kesejahteraan hewan adalah pemenuhan kebutuhan dasar hewan seperti bebas dari rasa lapar dan haus (freedom from hunger dan thurst). Bebas dari ketidaknyamanan (freedom from discomfort).

Kemudian bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit (freedom from pain, injury and disease). Bebas mengekspresikan perilaku alaminya (freedom to express normal behavior). Terakhir, hewan harus bebas dari rasa takut dan tertekan (freedom from fear and distress).

Baca Juga:   Inilah Kisah Lokasi Jatuhnya Tiangong-1, 'Kuburan' Satelit di Samudra Pasifik

Pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan, sebab saban tahun aktifitas penanganan hewan di masyarakat yang dilaksanakan secara rutin di antaranya adalah pelaksanaan pemotongan kurban pada hari Raya Idul Adha.

Tingginya kesadaran dan niat berkurban penduduk muslim di Indonesia menyebabkan meningkatnya kemunculan tempat-tempat penjualan/tempat-tempat penampungan hewan kurban darurat. Contohnya seperti di pinggir jalan, lapangan, halaman pemukiman kosong dan tempat-tempat terbuka lainnya.

Kondisi ini menimbulkan permasalahan baru terutama dari aspek kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan khususnya di tempat penjualan dan transportasi hewan kurban.

Kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) didefinisikan sebagai segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan bahan-bahan berasal hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia.

Baca Juga:   Disnak Siak Riau Periksa Hewan Kurban, Sempat Temukan Sapi Belum Cukup Umur

Oleh sebab itu penting menjamin keamanan dan kualitas produk-produk peternakan, serta mencegah terjadinya risiko bahaya akibat penyakit hewan.

Berikut ini beberapa panduan yang harus diperhatikan dalam pemenuhan aspek kesejahteraan hewan di tempat penjualan dan transportasi hewan kurban. Di antaranya, tempat penjualan hewan berada di tempat yang tidak mengganggu ketertiban umum dan memiliki ijin dari dinas terkait.

 

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More