Sekarang Harga PCR Ratusan Ribu, Kok Bisa?

Bakal Calon Bupati Hery Saputra SH menjalani pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), atau biasa disebut dengan tes swab di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru Minggu (30/08/2020). (dok.istimewa)
Bagikan :

BERITA RIAU – Saat ini, kebijakan swab PCR menuai polemik,Salah satunya berubahnya tarif swab PCR di Indonesia.

Hal ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya Berapa bahan baku untuk PCR dan mengapa harganya dari jutaan rupiah kini bisa menukik tajam ratusan ribu rupiah?

Seperti diketahui, Surat Edaran Nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan Reserve Transcription Polymerse Chain Reaction (RT-PCR) telah berlaku sejak Rabu (27/10/2021) lalu.

Harga dari pemeriksaan Reserve Transcription Polymerse Chain Reaction (RT-PCR) setelah diturunkan pemerintah menjadi Rp 275.000 untuk Pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp 300.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali

Baca Juga:   Kahiyang Ayu Melahirkan, Jokowi Punya Cucu Perempuan

Sebelumnya, harga tes PCR mencapai Rp 495 ribu untuk Jawa -Bali. Sedangkan di luar Jawa-Bali, tes PCR mencapai Rp 500,Tentunya penurunan tes ini menjadi pertanyaan bagi sebagai masyarakat.

enapa yang tadinya tes PCR bisa jutaan rupiah, bisa diubah menjadi ratusan ribu,Hal ini pun ditanggapi oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

“Memang kita tahu bahwa harga PCR itu ada beberapa komponen dalam perhitungan harga pemeriksaan tertinggi arti PCR tadi,” ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Senin (1/11/2021).

Pertama adalah kompnen reagen itu sendiri. Kedua, bahan habis pakai seperti APD, sarung tangan, tabung dan sebagainya.

Baca Juga:   HEBAT, Orang Terkaya Di Negri Ini, Akan Promosikan Investasi ke China dan Hong Kong

Ketiga, ada komponen biaya operasional dan biaya administrasi lainnya,Selain itu pembelian mesin PCR yang digunakan masuk dalam perhitungan Di awal pandemi, harga reagen masih sangat tinggi, karena penyedia masih sangat sedikit.

“Mungkin di bawah 20 penyedia reagen. Saat ini sudah hampir 200 reagen. Bahkan sudah ada terdaftar produk dalam negeri,” katanya lagi, dikutip dari artikel Tribunnews.com berjudul Siti Nadia Tarmizi Tanggapi Soal Harga Tes RT PCR yang Kerap Berubah,Kemudian kalau dilihat saat ini, komponen bahan habis pakai seperti sarung tangan, kemudian APD, juga jauh lebih terjangkau.

Baca Juga:   Ratusan Buruh Datangi Kantor DPRD Provinsi Riau, Minta Turunkan Iuran BPJS, Pulangkan TKA, dan Tolak RUU Cilaka

Hal ini didukung pula penyedia komponen yang diproduksi dalam negeri,”Jadi semakin banyaknya pilihan reagen, harga reagen semakin menurun. Kemudian suplainya juga banyak. Pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyesuaian batas tertinggi pemeriksaan PCR,” pungkasnya,Pernah Sentuh Jutaan Rupiah.

 

Sumber : Tribunnews

 



Be Smart, Read More