Terkait Kasus Penganiayaan Sopir Taksi, Polisi Akan Periksa Habib Bahar Pekan Depan

Foto: Video Habib Bahar bin Smith dari Nusakambangan (dok. Istimewa)
Bagikan :

BERITA RIAU-Portal Berita Riau: Bandung, Terkait kasus penganiayaan sopir taksi, polisi akan periksa Habib Bahar pekan depan. Polda Jabar masih menindaklanjuti kasus penganiayaan sopir taksi online yang dilakukan Habib Bahar bin Smith. Polisi akan memeriksa Bahar pekan depn.

“Jadi Ditreskrimum Polda Jawa Barat itu mengagendakan pemanggilan Habib Bahar bin Smith itu nanti tanggal 23 (November) kapasitasnya sebagai tersangka, pemeriksaan lanjutan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

Meski begitu, Erdi belum bisa memastikan tempat pemeriksaan terhadap Bahar apakah di Polda Jabar atau di Lapas Gunung Sindur. Bahar sendiri saat ini masih mendekam di Lapas Gunung Sindur dengan vonis 3 tahun bui akibat menganiaya dua remaja.

Baca Juga:   Bandara Djalaludin Masih Ditutup, Penumpang Bingung Cari Alternatif Penerbangan

“Itu kita belum tahu, apakah pemeriksaannya di Polda Jabar, atau penyidik yang akan berangkat ke LP Gunung Sindur Bogor,” tuturnya.

Erdi menyebut bila memang pemeriksaan dilakukan di Lapas Gunung Sindur, penyidik nantinya akan datang ke lapas. Surat izin pemeriksaan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sudah dikantongi penyidik.

“Sudah ada, dengan sudah adanya izin tersebut, makanya kami melakukan (pemeriksaan). Tempatnya belum tentu, apakah di Polda Jabar atau di mana,” kata dia.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar atas kasus penganiayaan.

Baca Juga:   Tahun 2020, Disdik Pekanbaru Ajukan Anggaran Gedung Sekolah Rp107, 5 Miliar

Informasi dihimpun, kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada tahun 2018 ke Polda Jabar. Belakangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum, menaikan status terlapor Bahar menjadi tersangka.

“Betul, hasil gelar telah ditetapkan tersangka,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020).

 

Sumber: Detik.com



Be Smart, Read More