Usai Ditangkap, Koruptor Djoko Tjandra Dibawa Pakai Jet Mewah BertarifRatusan Juta Untu PerJam

Usai Ditangkap, Koruptor Djoko Tjandra Dibawa Pakai Jet Mewah BertarifRatusan Juta Untu PerJam
Embraer ERJ 135 PKJ RP, pesawat yang membawa Koruptor Djoko Tjandra dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Dok.istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, JAKARTA  – Koruptor Kelas Kakap Djoko Tjandra akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Indonesia.

Penangkapan itu sendiri, tak lepas dari peran Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Koruptor Djoko Tjandra pada awalnya ditangkap oleh polisi negara itu jiran itu di Kuala Lumpur.

Kemudian, selanjutnya diserahterimakan kepada polisi Malaysia di atas pesawat udara kepada aparat Polisi Indonesia.

“Prosesnya namanya serah terima. Begitu Djoko Tjandra ditangkap Polisi Diraja Malaysia kemudian melakukan serah terima dengan polisi Indonesia di atas pesawat,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2020).

Dibawanya Djoko Tjandra ke Indonesia bermula dari surat resmi Kapolri Jenderal Idham Azis

kepada Inspektur Jenderal of Police Malaysia Abdul Hamid bin Bador yang dikirimkan pada 23 Juli 2020.

Setelah Polisi Diraja Malaysia melakukan penangkapan fisik terhadap Djoko Tjandra,

barulah dia diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dibawa pulang ke Indonesia.

“Ditindaklanjuti (kami) kepada kepolisian Diraja Malaysia untuk meminta penangkapan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Pesawat yang dipakai untuk menjemput Koruptor Djoko Tjandra ke Kuala Lumpur adalah pesawat jet carteran.

Dalam tayangan Kompas TV pada 30 Juli 2020, terlihat pesawat dengan nomor registrasi PK RJP.

Pesawat diketahui dengan tipe Embraer ERJ 135.

Ditelusuri dari planespotters.net diketahui bahwa pesawat carteran itu dioperasikan oleh Premiair.

Maskapai yang khusus mengoperasikan pesawat carteran ekslusif itu dioperasikan oleh PT Ekspres Transportasi Antarbenua.

Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Saat ditelusuri di planefinder, pesawat itu berangkat ke Kuala Lumpur dari Bandar Halim Perdanakusuma pada tanggal 30 Juli 2020, pukul 15.39 WIB.

Atau sama dengan waktu tertangkapnya Djoko Tjandra di Kuala Lumpur.

Dilansir oleh Kontan.co.id pada 18 September 2017, PT Ekspres Transportasi Antarbenua melalui Premiair Group disebutkan fokus menyasar penerbangan chartered.

Saban bulan, perusahaan bisa melayani penerbangan chartered dengan rata-rata mengudara 30 hingga 40 jam.

Tergantung musimnya, tapi kalau sekarang bisnis sedang slow, hanya 20 sampai 30 jam terbang sebulan,” ujar Capt. Tony D. Hadi selaku President Director Premiar Group waktu itu.

Tony mengatakan, pengguna pesawat itu biasanya pelaku bisnis yang membutuhkan privasi selama perjalanan.

Penerbangan chartered juga menjadi andalan untuk menjangkau pulau-pulau kecil yang memiliki landas pacu (runway) pendek, yang notabene tidak bisa dicapai oleh penerbangan reguler.

Terkait dengan tarif sewa pesawat itu, Tony D. Hadi waktu itu mengatakan,

Bagi penumpang yang ingin merasakan sensasi mengudara dengan layanan premium,

Premiair mematok tarif rata-rata sebesar US$ 10.000 atau Rp 147 juta per jam, baik untuk tujuan domestik maupun internasional.

“Kalau rute internasional perbedaannya ada di pajak udaranya. Tarif utamanya sama,” tambah Tony waktu itu.

Sumber : Pekanbarutribun

Baca Juga:   Buntut Surat Jalan Djoko Tjandra Akhirnya Kapolri Jenderal Idham Azis Pecat Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri


Be Smart, Read More