Jembatan Siak IV Diresmikan, Tidak Ada Jalan yang Ditutup

Jembatan Siak IV Diresmikan, Tidak Ada Jalan yang Ditutup
Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) menggelar uji beban atau loading test jembatan Siak IV, Jumat (8/2/2019) sore. Uji beban ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan, kekuatan dan kualitas dari jembatan . Dok.istimewa
Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Jembatan Siak IV yang diberinama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit diresmikan, Kadishub Riau pastikan tidak ada jalan yang ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Taufik OH, Rabu (13/2/2019) menegaskan, saat peresmian jembatan siak IV dan flyover simpang Mal Ska serta Flyover Pasar Pagi Arengka tidak akan ada penutupan jalan.

Sebab pihaknya sudah menempatkan sejumlah petugas di lokasi tempat dilaksanakanya peresmian jembatan siak IV dan flyover simpang Mal Ska serta Flyover Pasar Pagi Arengka.

“Tidak ada penutupan jalan, petugas kita sudah siapkan dibeberapa titik. Terutama di lokasi peresmian di Jembatan Siak IV,” kata Taufik.

Pernyataan ini sekaligus membantah sejumlah informasi yang tersebar di grup whatsapp yang menyebutkan pada Kamis (14/2/2019) besok Jalan Sudirman, Simpang Mal Ska dan Pasar Pagi Arengkan akan ditutup mulai pagi hingga siang hari.

“Isu penutupan jalan dibeberapa titik yang tersebar di WA itu hoaks,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak akan menutup jalan pada saat acara peresmian berlangsung.

Sebab penutupan jalan justru akan membuat kemacetan.

Termasuk Jalan di dua flyover yakni simpang SKA dan pasar pagi Arengka akan dibuka keduanya karena saat ini sudah ada dipasang traffic light atau Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL).

“Malah besok arus lalu lintas semakin maksimal dengan adanya traffic light di dua titik itu,” katanya.

Memang setelah peresmian jembatan Marhum pekan akan ada peninjauan dua flyover itu dan ada seremonial potong pita diatas flyover.

Baca Juga:   Polisi Ungkap WNA Asal Australia yang Terlibat Aliansi Mahasiswa Papua

Namun seremonial pemotongan pita tersebut tidak akan menggangu arus lalilintas.

Sebab jalan dibawah flyover ini tetap dibuka seperti biasa.

“Setelah acara pemotongan pita, dua flyover itu sudah langsung bisa dioperasikan. Sedangkan jalan yang dibawan flyover itu tidak kita tutup, tetap dibuka seperti biasa,” katanya.

Seperti diketahui, Jembatan Siak IV akan diresmikan oleh Gubenur Riau (Gubri), Wan Thamrin Hasyim, Kamis (14/2/2019) besok.

Sesuai jadwal peresmian Jembatan yang diberinama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit ini akan dilaksanakan pukul 08.30 Wib.

Disaat bersama juga dilaksanakan peresmian dua Flyover baru di Pekanbaru yakni Flyover Simpang Mal Ska dan Simpang Pasar Pagi Arengka.

Ketua panitia peresmian Jembatan Siak IV, Maisar Damri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dadang Eko Purwano saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (13/2/2019) mengungkapkan, selain dihadiri oleh Gubenur Riau dan Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli, juga akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementrian PUPR RI dan tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

 

“Nanti yang akan melakukan pemotongan pitanya ketua DPRD Riau, Buk Septina. Sedangkan untuk penandatanganan prasasti nanti dilakukan oleh Gubenur Riau, Pak Wan Thamrin,” kata Maisar.

Setelah acara seremonial peresmian di Jembatan Siak IV selesai, rombongan Gubenur Riau akan bergerak menuju ke Flyover Simpang Mal Ska untuk melakukan pengguntingan pita di atas flyover.

Selanjutnya rombongan bergerak ke flyover Simpang Pasar Pagi Arengkan dengan agenda yang sama yakni pengguntingan pita diatas flyover.

Baca Juga:   Satukan Tekad Demi Riau Bermartabat

Sebelumnya, Gubenur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengungkapkan, secara khusus dirinya akan mengundang masyarakat Riau khususnya yang ada di sekitaran Jembatan Siak IV untuk sama-sama hadir dalam peresmian ini.

“Paling lama tanggal 14 Februari jembatan ini akan diresmikan, dan bisa dilewati. Tadi saya sudah minta sama pak Asisten 1 dan humas untuk menyiapkan kaos oblong dengan sablon gambar Jembatan Siak IV,” kata Wan Thamrin, Jumat (25/1/2019) lalu.

Kaos oblong dengan gambar Jembatan Siak IV yang diambil dari udara melalui dron tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam peresmian ini.

“Tanggal 14 Februari kita ketemu disini (peresmian), nanti warga kita minta pakai baju itu (kaos oblong bergambar jembatan siak IV),” ujarnya.

Wan tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya saat melakukan pengecoran terakhir Jembatan Siak IV, Jumat (25/1/2019).

Ia pun sempat bercerita lika-liku perjalanan pembangunan jembatan Siak IV yang sebelumnya sempat mangkrak selama kurang lebih 5 tahun lalu.

Dimana jembatan Siak IV ini awal mula dibangun tahun 2009 sampai tahun 2013 terhenti.

 

Padahal pembangunannya belum selesai. Kemudian dilanjutkan kembali tahun 2017 akhir hingga awal 2019.

Artinya butuh waktu hingga 10 tahun jembatan Siak IV baru bisa diselesaikan.

“Perasaan saya berdebar-debar ini. Akhirnya jembatan Siak IV selesai juga. Kuncinya sederhana saja. Man jadda wajadda (siapa yang bersunguh-sungguh pasti akan berhasil). Saya perintahkan ke Dadang Kadis PUPR, tutup telinga rapat-rapat, terima segala kritikan, tapi pekerjaan jalan terus, maka jadi lah Jembatan Siak IV ini,” kata Wan Thamrin saat membuka secara resmi kegiatan seremonial pengecoran terakhir Jembata Siak IV.

Intruksi kepada Kepala Dinas PUPR Riau untuk menutup telinga yang disampaikan bukan tanpa alasan.

Baca Juga:   Tim Kukerta Relawan Covid-19 UNRI 2020 bersama BAZNAS Adakan Kegiatan Takjil On the Road dan Pemberian Bantuan Sembako Door to Door

Pesan tersebut ia sampaikan agar dinas PUPR bisa fokus bekerja tanpa harus menghabiskan energinya untuk sibuk beradu argumen dengan pihak yang meragukan penyelesaikan jembatan siak IV tersebut.

Sebab kata Wan, sejak awal memang banyak pandangan-pandangan miring ketika awal Pemprov Riau memutuskan untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan ini dengan proyek multiyers.

Segala bentuk kritikan itu diterima sebagai masukan, lalu pembangunan jembatan ini tetap dilanjutkan.

“Pesan saya ke Pak Dadang ketika itu hanya satu, laksanakan saja perintah. Kerjakan dengan segenap kemampuan yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto, menyebut butuh waktu 10 tahun untuk menyelesaikan jembatan ini.

Peletakan batu pertama jembatan Siak IV dilaksakan pada tahun 2009.

Proses pembangunan terus berjalan hingga tahun 2013.

Namun karena beberapa persoalan, pembangunan jembatan ini dihentikan.

Pada tahun 2017 lalu, Pemprov Riau berinisiatif untuk melanjutkan kembali pembangunannya.

“Persisnya, pembangunan kembali dilaksanakan pada Desember 2017. Sebab perlu ada kajian terhadap kekuatan struktur jembatan setelah bertahan-tahun dibiarkan mangkarak. Untuk melakukan kajian itu saja habis waktu sekitar 3 bulan,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, total panjang Jembatan Siak IV secara keseluruhan adalah 800 meter.

Sedangkan tinggi jembatan dari permukaan air ke bagian jembatan ketinggiannya mencapai sekitar 12,5 meter, dengan tinggi tiang penayanggga sekitar 75 meter.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More