Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Kokain dan Serbuk Ekstasi di Jakarta Selatan

Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Kokain dan Serbuk Ekstasi di Jakarta Selatan
Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Kokain dan Serbuk Ekstasi di Jakarta Selatan
Bagikan :

 BERITA RIAU, Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika jenis kokain dan serbuk ekstaksi alias Parametoksimetilamfetamin (PMMA). Barang tersebut diedarkan di sekitaran wilayah Jakarta Selatan.

Polisi mengamankan dua pengedar berinisial J dan F, serta menembak mati pengedar berinisial D.

Total barang bukti narkoba yang berhasil diamankan sebanyak 87,6 gram kokain, 1,725 gram serbuk ekstaksi alias PMMA, dan 580 kapul berisi serbuk PMMA. Serta ikut diamankan pula 23,8 gram sabu, dan 12 butir psikotropika Happy Five.

Kasubdit I AKBP Calvin Simanjuntak menjelaskan, awalnya, polisi mendapat informasi masyarakat terkait peredaran kokain. Polisi lalu berpura-pura membeli barang tersebut.

Baca Juga:   Plt Gubri Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir di Riau

Lantas, polisi berhasil memancing dan menangkap tersangka J di depan apotik di wilayah Jakarta Selatan. “Tersangka J berhasil diamankan 19,7 gram kokain dan lima butir ekstasi,” ujar Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

J mengaku mendapatkan obat-obatan itu dari F di kosan yang ditempati mereka berdua.

Hasil penggeledahan di kontrakan tersangka, ditemukan barang bukti 1,724 gram serbuk ekstasi PMMA, 70,6 gram kokain, ekstasi 91 butir, sabu 3,7 gram. Pengakuan tersangka, D menitipkan barang tersebut untuk dijual kembali.

“Dititipkan sementara waktu karena D akan ke Bali. Tapi F sudah transaksi ke pelanggannya dengan ambil keuntungan 500 transfer ke tersangka D,” kata Calvijn.

Baca Juga:   Ini Tanggapan Ma'ruf Amin, Soal Pembebasan Abu Bakar Baasyir Diprotes Australia

Lalu polisi mengembangkan dan menangkap tersangka D di kediamannya. Di sana petugas mendapatkan 12 butir Happy Five dan 580 kapsul isi PMMA di mobilnya.

“Saat pengembangan ke tersangka D ingin bawa 580 butir untuk dipasarkan di wilayah Bali,” jelas Calvijn.

D mendapatkan barang tersebut dari tersangka A yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat mencoba mencari A di apartemen di bilangan Kemayoran, D mengaku lupa lokasinya.

Lalu dia mencoba kabur dan melawan petugas yang berakibat ditimah panas dan nyawanya tak terselamatkan saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Baca Juga:   Polda Metro Periksa Amien Rais Terkait Ratna Sarumpaeti

“D dapat dari A dia DPO, katanya ada di apartemen di Kemayoran. Setelah cek dia katanya lupa padahal sering ke sana lalu minta turun dari mobil, saat turun yang bersangkutan akan mengambil senjata anggota, dia melawan petugas dan kita lalukan tindakan keras,” kata Calvijn.

 

 

Sumber : Liputan6.com



Be Smart, Read More