Waspada! Usai Menewaskan Seorang Wanita di Inhil, Beberapa Kali Harimau Terekam Kamera Tim Gabungan 

Bagikan :

BERITA RIAU – Seekor harimau menerkam seorang wanita hingga tewas di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Rabu (3/1/2018) lalu.

Korban bernama Jumiati, karyawan PT THIP. Korban ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

Saat kejadian, korban bersama dua orang teman wanitanya hendak pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan, mereka diserang harimau.

.
. (capture)

Dua orang teman korban selamat dengan cara memanjat pohon sawit. Sedangkan jumiati tak sempat menyelamatkan diri dari terkaman binatang buas tersebut.

Setelah kejadian itu, tim gabungan langsung menuju lokasi. Upaya penangkapan dilakukan dengan cara pemancingan menggunakan seekor kambing. Namun upaya tersebut tak berhasil. Petugas juga memasang kamera tersembunyi dan beberapa kali harimau tersebut terekam.

Baca Juga:   Syamsuar - Edi Natar, Pasangan Ideal Memimpin Riau 2018 Ungkap Ketua DPW Riau Partai Nasdem

Saat ini, Tim gabungan terus berupaya menangkap harimau yang telah menewaskan wanita pekerja perkebunan kelapa sawit tersebut.

Tim gabungan itu terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Polres Inhil, WWF, PKHS, PT THIP dan PT Arara Abadi. Mereka berusaha menangkap harimau dengan memasang perangkap serta kamera tersembunyi.

Jucu bicara BBKSDA Riau, Dian Indriati mengatakan, pihaknya hendak menangkap harimau sumatera sebagai upaya penyelamatan meski satwa itu telah menewaskan Jumiati di areal PT THIP pada 2 Januari lalu itu.

“Tim Rescue dimaksudkan sebagai upaya mengamankan harimau sumatera, yang telah mengalami perubahan tingkah laku (inhabituasi) yang diindikasikan dengan selalu mendekat kepada manusia dan aktivitas manusia permukiman warga,” kata Dian pada Kompas.com, Senin (12/2/2018).

Baca Juga:   Jayapura di Guncang Gempa Magnitudo 4,2 Namun Tak Berpotensi Tsunami

Dia menjelaskan, semakin meningkatnya intensitas perjumpaan tim rescue dengan harimau di tempat-tempat umum (jalan lintas dan pemukiman) menjadi bahan evaluasi untuk dibahas di BBKSDA Riau.

Dian mengatakan, dari hasil rapat tim penyelamat, ada enam poin penting yang mesti dilakukan sesuai arahan pimpinan, antara lain melakukan kajian yang mendalam dengan melibatkan para pihak yang memiliki kepedulian akan keselamatan harimau sumatera; antisipasi terhadap perubahan perilaku harimau sumatera dengan cara meningkatkan sosialisasi dan; menambah papan informasi pada jalur dan lokasi-lokasi yang merupakan tempat harimau sumatera sering muncul.

Baca Juga:   Inilah Sosok MH Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Guru,Kelakuannya Bikin Miris

Poin selanjutnya adalah penanganan satwa agar selalu mengedepankan kesejahteraan (animal welfare) dan mengacu pada Peraturan Kementerian Kehutanan No P.48/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa.

Dari analisa terhadap perilaku harimau sumatera yang menghindari area jebakan (box trap), Dian mengatakan, pihaknya mengusulkan penambahan jebakan yang terbuat dari bahan alami/kayu.

Pemasangan box trap oleh tim BBKSDA, Polres Inhil dan Penyelamat satwa harimau di lokasi ditemukan aktifitas harimau di sekitar area PT THIP Kabupaten Inhil Provinsi Riau.
Pemasangan box trap oleh tim BBKSDA, Polres Inhil dan Penyelamat satwa harimau di lokasi ditemukan aktifitas harimau di sekitar area PT THIP Kabupaten Inhil Provinsi Riau. (Istimewa)

Selain itu, masyarakat sekitar dan harimau sumatera di areal konflik harus menjadi fokus perhatian utama.

“Kita harap tidak ada lagi konflik harimau dengan manusia di Inhil. Tim akan terus memantau keberadaan harimau dan berupaya melakukan penyelamatan,” jelas Dian.(*)

 

Sumber : Tribunnews.com



Be Smart, Read More