Didakwa Gelapkan Uang MP Internasional Club Sebesar Rp689 Juta, Benny Lubis Terancam 5 Tahun Penjara

Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Mantan General Manegar (MP) MP Internasional Executive Club dan Queen Club Pekanbaru, Benny Lubis, terancam dihukum 5 tahun penjara. Pasalnya dia diduga melakukan penggelapan uang perusahaan saat memimpin salah satu dari tempat hiburan malam itu.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (14/1). Benny Lubis sendiri duduk di kursi pesakitan mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dikatakan Jaksa Aulia Rahman dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru perbuatan pidana itu dilakukan Benny kala menjabat pada Agustus 2017 sampai Oktober 2018. Benny diduga telah mengambil uang milik perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru.

“Caranya, dia meminta saksi Melia Fersi Sapriati mengajukan invoice pembayaran honor cleaning service atas nama CV Radhitya Pratama, CV Jaya Service Line dan CV Clean Wijaya Service,” ujar Jaksa Aulia dalam surat dakwaan yang dibacakannya di hadapan terdakwa dan majelis hakim yang diketuai Sorta Ria Neva itu.

Baca Juga:   Saat Rapat, Camat Basira Tekankan Jangan Saling Menyalahkan

Selain itu, setiap bulannya uang itu juga digunakan untuk membayar gaji 2 orang pengawas masing-masing Rp2 juta, dan 8 orang cleaning service masing-masing Rp1,2 juta, barang habis pakai dua pengawas masing-masing sebesar Rp500 ribu.

“Sisanya dikembalikan ke Benny. Akibatnya, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian lebih kurang Rp 348.600.000,” kata Kasubsi Penuntutan pada Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru itu.

Tidak hanya itu, Benny juga menunjuk CV Elang Perkasa Entertaint sebagai Event Organizer yang menyediakan tenaga DJ MP Internasional Executive Club Pekanbaru. Setiap akhir bulan, dia meminta saksi Darmin Rangkuti untuk mengajukan permohonan pembayaran honor DJ ke Bagian Keuangan di kantor MP Internasional Executive Club Pekanbaru sebesar Rp32 juta.

Baca Juga:   Jadi 21 Korban Meninggal Atas Ledakan Sumur Minyak Di Aceh

Benny juga meminta diajukan pembayaran penjagaan FDJ sebesar Rp1 juta, dan pembayaran akomodasi dan compliment sebesar Rp1.250.000.000 di setiap event.

Ternyata personel penjagaan untuk menjaga FDJ di setiap event tidak pernah ada, dan akomodasi para FDJ tidak bisa dikonfirmasi. Serta para DJ yang bekerja di MP Internasional Executive Club Pekanbaru tidak pernah mendapatkan compliment.

“CV Elang Perkasa Entertaint adalah perusahaan fiktif, dan dari 4 orang DJ yang bekerja di perusahaan MP Internasional Executive Club Pekanbaru, dua orang masing-masing hanya menerima gaji/honor sebesar Rp3,5 juta per bulan, dan dua lainnya mendapat Rp 3 juta per bulan. Akibatnya MP Club merugi Rp311.187.000,” tegas Jaksa.

Baca Juga:   Pagi Ini,16 Titik Panas Kembali Terpantau di Riau

Akibat perbuatan Benny, MP Internasional Executive Club Pekanbaru mengalami kerugian Rp689.787.000. Tindakan Benny diketahui setelah dia berhenti dan manajemen melakukan audit.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 374 KUHPidana,” imbuh JPU. Adapun ancaman pidana dalam pasal itu adalah 5 tahun penjara.

Atas dakwaan itu, Benny Lubis menyatakan keberatan. Untuk itu, dia akan mengajukan eksepsi pada persidangan yang digelar pekan depan.

Sumber : haluanriau.co



Be Smart, Read More