Wajib Baca, Inilah 3 Peristiwa Bisnis Heboh di Tahun 2017

Wajib Baca, Inilah 3 Peristiwa Bisnis Heboh di Tahun 2017

456
0
nyonya meneer

Berita RiauSebentar sekali lagi th. 2017 juga akan selekasnya meninggalkan kita. Peristiwa usaha apa sajakah yang layak dikenang serta dicatat di selama th. yang juga akan selekasnya berkakhir ini? Serta pelajaran apa yang dapat kita petik darinya?

Pada pagi yang mungkin saja mendung ini, sembari ditemani secangkir kopi susu hangat, kita juga akan menelusuri 3 momen usaha yang menurut saya paling terkesan, serta layak dikenang di selama th. 2017 ini.

Terdapat beberapa momen usaha yang berlangsung mulai sejak Januari sampai Desember th. ini. Semuanya jalan dengan penuh dinamika.

3 Peristiwa Pembisnis Yang Layak Dikenang di Tahun 2017

Tersebut 3 peristiwa usaha yang mungkin saja paling layak dikenang selama th. 2017 :

1. Kejatuhan Sevel, First Travel serta Nyonya Meneer
2. Gugurnya Beberapa Gerai Mall di Indonesia
3. Investasi Rp 15 Triliun Alibaba ke Tokopedia

Mari cobalah kita ulik tiap-tiap peristiwa usaha di atas, satu untuk satu.

Business Event 1 : Kejatuhan Sevel, First Travel serta Nyonya Meneer

Cerita kejatuhan Sevel, First Travel serta Nyonya Meneer yaitu catatan usaha kelam di th. 2017 ini.

Sevel mungkin saja jatuh karna sangat agresif ekspansi dengan jenis usaha yang salah serta tujuan market yang salah. Positioningnya kurang terang pada ingin kafe premium atau toko retail.

Mengakibatkan : beban biaya sangat tinggi, sesaat pelanggan nyatanya cuma beli product murah serta sangat lama nongkrong (wrong tujuan market). Pada akhirnya mereka kolaps serta menyerah kalah dengan pahit.

First Travel jatuh lebih karna keserakahan serta nafsu menginginkan kaya instan dari pemiliknya.

Tetapi First Travel sejatinya membuka pelajaran pahit mengenai manajemen keuangan : yaitu kegagalan membedakan pemasukan kontan dari pelanggan dengan keuntungan.

Semuanya pemasukan dipandang laba bersih, serta bebas digunakan untuk kekayaan pribadi atau kebutuhan ekspansi. Satu kebodohan finansial yang acap berlangsung – tak tahu karna betul-betul bodoh atau memanglah sangat rakus.

Mengakibatkan, beberapa ratus miliar keharusan dana untuk supplier tidak ada sekali lagi, serta ujungnya yaitu kebangkrutan.

Nyonya Meneer mungkin saja telah sangat capek berdiri. Ia menginginkan duduk sesaat serta rehat.

Kejatuhan Nyonya Meneer yaitu karna mereka tidak berhasil inovasi. Serta mengapa tidak berhasil inovasi? Karna pegawai sangat tua, sesaat owner malas ganti dengan yang muda serta fresh karna tidak tega.

Inovasi tidak berhasil dikerjakan juga karna ada perseteruan internal top manajemen. Ketidaksamaan pendapat ini lantas buat pengambilan ketentuan usaha strategik jadi macet keseluruhan.

Mismanajemen karna perseteruan internal acap tambah lebih mematikan di banding serbuan pertandingan eksternal. Ini satu pelajaran yang layak dikenang dari kejatuhan legenda Nyonya Meneer.

PT Nyonya Meneer dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Beratnya beban utang yang ditanggung, membuat perusahaan tak lagi sehat. Majelis hakim yang dipimpin Nani Indarwati kemarin akhirnya mengabulkan gugatan kreditur konkuren Hendrianto Bambang Santoso, warga Sukoharjo Jawa Tengah.

Selain terlilit utang yang mencapai angka puluhan miliaran rupiah, PT Nyonya Meneer sebelumnya juga pernah mengalami krisis operasional cukup panjang. Dari tahun 1984 hingga 2000, internal perusahaan terus digoyang oleh sengketa perebutan kekuasaan antarkeluarga.

Dalam kasus utang, perusahaan yang lahir tahun 1919 ini digugat pailit karena memiliki sejumlah sangkutan kepada 35 kreditur mencapai Rp 89 miliar. Tanggal 8 Juni 2015, majelis hakim Pengadilan Niaga Semarang yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto menyatakan perjanjian perdamaian antara debitur dan 35 kreditur tentang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 27 Mei 2015 telah sah.

Namun perjanjian perdamaian tersebut dinyatakan batal oleh majelis hakim PN Semarang, Kamis (3/8).

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya dan menyatakan batal perjanjian perdamaian yang telah dilakukan, serta menyatakan PT Nyonya Meneer dalam keadaan pailit,” ujar Nani Indarwati dalam amar putusan.

Hakim Anggota Wismonoto menjelaskan, selama masa perjanjian 35 kreditur menilai PT Nyonya Meneer tak sungguh-sungguh membayar utang. Sehingga mereka meminta supaya perjanjian perdamaian dibatalkan.

Wismonoto menjelaskan keputusan pailit itu terjadi, setelah digugat Hendrianto Bambang Santoso setelah persidangan berjalan selama 60 hari.

“Setelah persidangan yang sudah sampai 60 hari ini sehingga begitu ke sana sehingga kemarin diputus seperti itu (dinyatakan pailit). Ya, kalau dalam perjanjian memang begitu. Jadi, diberi waktu untuk berdamai ternyata tidak tercapai akhirnya jatuhnya ke pailit,” jelas Wismonoto.

Selain dinyatakan pailit, aset yang dimiliki Nyonya Meneer juga harus dibekukan untuk kemudian dikelola kurator. Nantinya kurator juga akan melakukan proses investigasi, untuk mendata seberapa banyak utang-utang dari pihak kreditur yang harus dilunasi.

Setelah semua diketahui, aset akan dijual dengan cara dilelang. Hasil lelang itulah akan diberikan kepada kreditur dan karyawan.

Wismonoto menambahkan jika mulai dari proses pembekuan, pelelangan dan pembayaran nantinya akan memerlukan proses yang cukup lama. Sebab dalam perjalanannya akan ada beberapa proses, di antaranya rapat kreditur dalam rangka pelunasan utang PT Nyonya Meneer.

“Kalau begitu tidak ada tenggang waktu nanti terserah kurator. Kalau dijual asetnya cepat dibeli kemudian kreditur-kreditur dalam itu nanti ada rapat kreditur. Kemudian relatif lama masalahnya,” ujarnya.

Sehari setelah putusan tersebut, pabrik yang terletak di Jalan Raya Kaligawe Kilometer 4 Semarang itu terlihat sepi.

Pabrik yang sering terkena banjir dan rob akibat pasang air laut Tanjung Emas Kota Semarang, itu dalam kondisi tertutup. Hanya dua orang pria di antaranya seorang satpam dan petugas Linmas yang berjaga di sekitar pabrik.

Keduanya saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan terkait aktivitas maupun kondisi dalam pabrik.

“Saya enggak tahu mas soal urusan itu. Ini mau kukut (tutup),” ungkap seorang satpam

Direktur Utama PT Nyonya Meneer Semarang Charles Ong Saerang belum bisa dikonfirmasi.

Nyonya Meneer memiliki sejarah panjang dan berliku. Berdirinya perusahaan ini diawali oleh keterbatasan Nyonya Meneer atau yang terlahir dengan nama Lauw Ping Nio. Nama Nyonya Meneer sendiri ternyata punya riwayat unik. Saat Lauw Ping Nio masih di dalam kandungan, sang ibu nyidam beras sisa atau yang biasa disebut menir oleh orang Jawa. Karena nyidam menir, ini sang Ibu kemudian menjuluki Lauw Ping Nio, Menir. Dari kata menir ini kemudian berubah menjadi Meneer karena pengaruh bahasa Belanda.

#Rekomendasi :   Telah Hadir di Indonesia, Bugatti Dan Veryon Dengan Mahar Tembus 60 M

Nyonya Meneer lahir di kota Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1893. Setelah menikah, dia bersama suaminya pindah ke Kota Semarang. Namun sang suami sering sakit-sakitan dan Nyonya Meneer lalu membuatkan jamu resep turun temurun keluarga.

Tanpa disangka penyakit suaminya sembuh dengan jamu racikan Nyonya Meneer. Nyonya Meneer yang ringan tangan kemudian mulai membantu kerabat, tetangga, dan orang-orang di sekitarnya yang diserang demam, sakit kepala, masuk angin dan terserang berbagai penyakit ringan lainnya.

Sebagian besar yang mencobanya puas. Dari sinilah, akhirnya Nyonya Meneer memulai usaha pembuatan jamu yang diwariskan turun temurun kepada anak dan cucu-cucunya. Perusahaan itu awalnya bernama, Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang resmi berdiri pada tahun 1919.

Pabrik jamu ini kemudian menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Pangsa pasarnya pernah merambah internasional, dan dipasarkan ke tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika dan ke 12 negara termasuk Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan China.

Dalam perkembangannya, perusahaan ini pernah mengalami kemajuan pesat pada tahun 1990-an. Namun perusahaan Nyonya Meneer juga pernah mengalami krisis operasional pada tahun 1984-2000 karena adanya sengketa perebutan kekuasaan hingga ke meja hijau.

Media pernah mencatat beberapa kali masalah-masalah pekerja dan pemogokan buruh terjadi pada tahun 2000-2001 di perusahaan jamu ini. Di antara lain, penuntutan pembayaran THR, pemogokan kerja, masalah HAM, dan demonstrasi.

Operasional perusahaan yang saat itu dipegang oleh ke lima cucu Nyonya Meneer akhirnya diambil oleh Charles Ong Saerang, salah satu cucu Nyonya Meneer yang membeli warisan cucu lainnya untuk mengakhiri perebutan kekuasaan. Sejak perbaikan manajemen di bawah kepemimpinan Charles Saerang, tidak tercatat lagi masalah kepegawaian di perusahaan ini.

Hingga akhirnya perusahaan menghadapi perkara utang terhadap 35 kreditur, yang berujung perusahaan dinyatakan pailit.

Business Event 2 : Gugurnya Beberapa Gerai Dept Store

Di th. ini, gerai department store premium seperti Debenhams serta Lotus pada akhirnya menyerah kalah ; sesaat beberapa gerai Matahari juga tutup.

Paling akhir di bln. Desember ini, dengan dramatis berlangsung penutupan gerai Matahari di Mal Taman Anggrek Jakarta Barat, satu mal yang dahulu ramai, tetapi saat ini semakin sunyi seperti kuburan.

What went wrong?

Penyebabnya penutupan beberapa gerai dept store di beberapa mal yaitu karna ini : pertandingan yang sangat ketat.

Mungkin saja sudah berlangsung oversupply mal-mal di Jakarta serta kota-kota besar seperti Surabaya, Medan serta Bandung. Sesaat jumlah pengunjung tidak tumbuh sesuai sama keinginan.

Mengapa pengunjung agak stagnan?

Beberapa dari mereka geser ke mal-mal yang lebih baru. Beberapa beda geser ke on-line shopping. Beberapa sekali lagi, lebih pilih memakai uangnya untuk berjalan-jalan ke Wakatobi atau Bali, dari pada berbelanja barang di mal.

Nilai on-line shopping dengan nasional memanglah baru 1% dari keseluruhan transaksi perdagangan Indonesia. Nilai keseluruhan on-line shopping th. ini sekitaran Rp 100 triliun ; sesaat keseluruhan penjualan retail di Indonesia sekitaran Rp 10 ribu triliun.

Tetapi nilai on-line shopping di Jakarta atau kota besar yang lain diprediksikan tambah lebih tinggi dari pada 1%. Angkanya mungkin saja telah 10 – 15%. Sebab di kota besar, berbelanja on-line saat ini telah mulai jadi keperluan. Bukan hanya pola hidup sekali lagi.

Di kota besar, semakin beberapa orang yang mungkin lebih pilih on-line shopping dari pada pergi ke mal, yang terkadang macet serta repot mencari parkirnya.

Pada bagian beda, saat ini semakin banyak generasi milenial yang lebih sukai membelanjakan uangnya untuk berjalan-jalan berlibur. Mereka relatif lebih sukai “membeli pengalaman” lewat berjalan-jalan berlibur ; dari pada “membeli barang” di beberapa mal.

Aspek oversupply, tumbuhnya kebiasaan berbelanja on-line, serta tingkatkan perubahan pola hidup gen milenial ; mungkin saja juga akan buat senjakala untuk perubahan masa depan mal di tanah air.

Business Event 3 : Investasi Alibaba ke Tokopedia

Pas tanggal 17 Agustus 2017 lantas, Tokopedia menginformasikan investasi Alibaba sejumlah Rp 15 triliun rupiah, satu angka yang lumayan masif.

Angka investasi yang masif itu mungkin tunjukkan kepercayaan juga akan masa depan e-commerce yang cerah di tanah air.

Nilai e-commerce kita th. ini masih tetap cuma Rp 100 triliun ; sesaat jumlah Tokopedia yaitu 25%-nya. Diprediksikan pada th. 2030 kelak nilai e-commerce keseluruhan di tanah air dapat tembus jadi Rp 1500 triliun.

Tetapi peta persaingan perebutan e-commerce di tanah air nyatanya semakin rumit. Terkecuali dengan Bukalapak, Tokopedia nyatanya mesti hadapi serbuan agresif Shopee yag begitu gencar beriklan.

Pertarungan Bukalapak vs Tokopedia vs Shopee vs Lazada mungkin saja juga akan begitu menggunakan daya, serta uang triliunan per th. mesti selalu di-habiskan. Perang tanpa ada ujung ini dapat sangat melelahkan.

Dana investasi 15 triliun dari Alibaba mesti digunakan dengan cerdik serta cocok oleh Tokopedia. Tanpa ada kiat yang brilian, inovasi yang konstan, serta eksekusi yang rapi, jadi uang triliunan dapat lenyap tanpa ada sisa.

Apa pun akhirnya, investasi 15 triliun dari Alibaba ini adalah milestone yang layak dikenang dalam perjalanan usaha start up di tanah air.

DEMIKIANLAH, 3 peristiwa usaha yang mungkin saja paling layak diingat di selama th. 2017 ini.

Ada sistem kajatuhan, tetapi ada pula optimisme dan keinginan juga akan masa depan yang lebih cerah.

Roda usaha selalu jalan, serta perubahan selalu berlangsung.

Sebab memanglah, hanya satu yang berbentuk tetaplah serta kekal yaitu perubahan tersebut.

 

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.