Ini Penjelasannya Soal Lukisan Raden Saleh di Keraton Yogya Ini Seolah Hidup?

Ini Penjelasannya Soal Lukisan Raden Saleh di Keraton Yogya Ini Seolah Hidup?
Ini Penjelasannya Soal Lukisan Raden Saleh di Keraton Yogya Ini Seolah Hidup?
Bagikan :

BERITA RIAU, YOGYA – Anda pernah melongok koleksi lukisan Museum Keraton Yogyakarta?

Jika belum, rugi lah Anda.

Jika sudah, pernahkah Anda melihat keganjilan sejumlah koleksi master piece-nya?

Ruang pamer koleksi lukisan Keraton Yogyakarta letaknya di Bangsal Ksatrian.

Komplek bangunan ini ada di sebelah timur Bangsal Kencono, di bagian dalam komplek keraton.

Setelah beli tiket di Tepas Wisata, dan masuk lewat gerbang, ada Bangsal Srimanganti di sebelah kanan dan Bangsal Trajumas di sebelah kiri.

Selanjutnya masuk bagian inti keraton yang berhalaman luas.

Mengambil bekas Bangsal Ksatrian, ruang pamer lukisan karya Raden Saleh ada di bangunan paling ujung utara.

Sekurangnya ada lima lukisan jumbo potret raja dan istrinya yang dibuat Raden Saleh pada 1860.

Baca Juga:   Poster Avengers: Infinity War Mirip Dengan Poster Dragon Ball

Semua lukisan potret Sri Sultan HB VI, Sri Sultan HB VII, dan Ratu Hageng, dalam pose pakaian tradisional maupun kombinasi pakaian kolonial dan tradisional.

Lukisan yang menyolok adalah yang diletakkan persis di seberang pintu masuk ruang pamer.

Ini lukisan potret Sri Sultan HB VII yang berdiri mengenakan baju ala penguasa kolonial Belanda, dipadu songkok (blankon) warna hitam.

Tangan kirinya memegang pedang, dan tangan kanan diletakkan di meja yang di sebelahnya terdapat topi hitam berlambang bintang segi delapan.

Di dada HB VII ini juga tergantung untaian mutiara berbandul bintang segi lima.

Wajahnya tampak masih sangat muda dan ganteng.

Apa istimewanya lukisan ini?

Tribunjogja.com yang melihat dari dekat, mengamati, mencermati, dan mencoba melihat dari tiga titik berbeda.

Baca Juga:   Yogyakarta Di Guncang Gempa Magnito 5,8 Tak Berpotensi Tsunami

Dari sebelah kiri, lurus di depan, dan dari samping kanan lukisan potret ini.

Hasilnya? Fantastis, lukisan itu memang seolah hidup, mengikuti ke manapun arah posisi kita memandang lukisan itu.

Tidak hanya wajahnya yang seperti menatap kita terus, posisi tubuh dan kaki (sepatu) juga seolah berubah-ubah.

Dilihat dari sisi kiri, sosok raja itu menatap kita ke arah kanan.

Sebaliknya pun begitu, dilihat dari sebelah kanan, tubuh sosok itu juga ikut berputar  termasuk posisi (kaki) sepatunya.

Fenomena ini aneh tapi nyata bisa dilihat dan dirasakan

Secara umum, kondisi fisik lukisan HB VII bersongkok hitam ini relatif baik.

Dilihat dari jauh goresan Raden Saleh tampak halus dan detail.

Baca Juga:   Bikin Bangga, Bocah Asal Kendal Pecahkan Rekor Dunia di Jerman

Warna kulit wajah HB VII juga realistis, dengan komposisi ukuran tubuh yang presisi.

Namun demikian, dilihat dari dekat, lukisan di atas kanvas yang diletakkan di balik kaca ini keadaannya memprihatinkan.

Pigmen catnya ada yang mengelupas atau retak-retak.

Cat piguranya juga mengelupas di sana-sini, bahkan ada bagian yang rompal.

Setiap pemandu wisata yang membawa pengunjung ke ruang pamer ini pasti akan menjelaskan keanehan dan keistimewaan lukisan-lukisan karya Raden Saleh ini.

Abdi dalem Keraton Yogyakarta yang bertugas, Mas Bekel Margono, Rabu (21/2/2018) siang, menjelaskan, lukisan Raden Saleh ini memang selalu ditanyakan pengunjung.

Kondisinya diakui memprihatinkan, namun tetap dipajang untuk memenuhi rasa ingin tahu pengunjung.

Beberapa lukisan karya Raden Saleh ini pernah direstorasi pelukis Kartika Affandi.

 

Sumber : Tribunnews.com



Be Smart, Read More