Bikin Geger Inilah Detik-Detik Pembantaian Beruang Madu Di Indragiri Hilir

784
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Bikin Geger Inilah Detik-Detik Pembantaian Beruang Madu Di Indragiri Hilir
Bikin Geger Inilah Detik-Detik Pembantaian Beruang Madu Di Indragiri Hilir

BERITA RIAU, Indragiri Hilir – Polisi Indragiri Hilir (Inhil) telah mengamankan empat pelaku pembantaian beruang madu di Kabupaten Inhil. Tidak sekadar membantai, pelaku juga diduga melakukan jual beli organ beruang madu tersebut.

Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony menyebutkan keempat pelaku adalah Julkipli Pangihutan Dolok Pasaribu (39), warga Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling. Kemudian, Gantisori Sihombing (34), warga Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Junus Sinaga (51) asal Desa Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, dan Fransiskus Butarbutar (33) asal Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling.

Kepada Riauonline.co.id, Kapolres Inhil menyebutkan kronologi kejadian tersebut. Menurut keterangan pelaku, aksi pembantaian beruang madu itu berawal pada Minggu, 18 Maret 2018. Saat itu, Julkipli bersama rekannya Eko memasang 50 jeratan babi di Parit IX Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling.

Baca Juga:   Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Giam Siak Kecil

Keesokan harinya, Sabtu, 31 Maret 2018, mereka menemukan tiga beruang madu masuk jeratan yang telah dipasang. Satu beruang madu di antaranya telah mati.

 

Sedangkan, terhadap beruang madu yang masih hidup, Julkipli dan Eko menombak leher beruang itu. Sementara, Fransiskus dan Jai memukul kepala beruang madu hingga mati.

Tiga ekor beruang madu yang telah mati selanjutnya dibawa ke rumah Fransiskus untuk dikuliti dan diambil dagingnya. Sebagian dagingnya bahkan sudah dimasak dan sebagian lagi masih disimpan.

Para pelaku, pada Minggu 1 April 2018, kembali menemukan seekor beruang madu dalam kondisi hidup saat memeriksa jeratan lainnya.

Baca Juga:   Terjadi Lagi Kebakaran,Kebakaran Rumah di Tenayan Raya, Korban Terbangun Melihat Api Kemudian Menyelamatkan Anak dan Istri

Lantas, beruang madu diikat dan dibawa hidup-hidup ke rumah Junus Sinaga dan ditembak oleh Gantisori Sihombing. Beruang madu keempat pun mati setelah tiga tembakan senapan angin di bagian lehernya.

Beruang madu dikuliti dan dagingnya kembali diambil pelaku. Setiap ekor beruang madu usia muda memiliki berat 15-35 kilogram.

 

Sumber : Liputan6.com