Setya Novanto Di Vonis 15 Tahun Penjara Dan Denda 500 Juta

133
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :

BERITA RIAU, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto menjatuhkan vonis 15 tahun penjara. Bekas Ketua DPR ini juga juga diganjar membayar Rp 500 juta subsider 3 bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” ujar hakim ketua, Yanto, saat membacakan putusan Setya Novanto, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dia juga diharuskan membayar uang pengganti US$ 7,3 juta.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga:   Inilah Penampakan Toyota Yaris Terbaru, Mungil,Namun Sexi

Hakim menilai, mantan Ketua DPR Setya Novantosecara sah dan bukti yang ada telah melakukan korupsi dalam pengadaan proyek e-KTP.

Sebelumnya, jaksa meminta majelis hakim menghukum Setya Novanto 16 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

“Meminta majelis hakim, memutuskan menyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan penjara 16 tahun, denda 1 miliar rupiah subsider 6 bulan kurungan,” tegas JPU dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Dia juga dituntut membayar ganti rugi USD 7,3 juta atas penerimaan secara tidak langsung korupsi e-KTP melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Baca Juga:   Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas Dapat Perlakuan Khusus, Bupati Lakukan Hal Ini

Novanto disebut menerima sejumlah dana ketika menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar. Uang tersebut dia tidak terima secara langsung, melainkan dengan dialirkan ke sejumlah pihak.

Dia juga mendapatkan uang US$ 3,5 juta dari Direktur PT Murakabi Irvanto Pambudi Cahyo, yang perusahaan tersebut ikut lelang proyek e-KTP. Ada pun uang dari pemilik OEM Investment Made Oka Masagung sebesar US$ 3.8 juta.

Selain itu, JPU menuntut pidana tambahan berupa pencabutan hak politik 5 tahun Setya Novanto selesai menjalani pidana pokok. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti USD 135 ribu terkait penerimaan jam tangan mewah Richard Mille dari Andi Narogong.

Baca Juga:   Kementerian PUPR Akan Bangun 2 Rusunawa Pegawai Lapas Nusakambangan

Pada persidangan terungkap, Setya Novanto telah mengembangkan uang Rp 5 miliar kepada KPK. Namun, dia ngotot tidak berkaitan dengan bancakan proyek e-KTP.

 

Sumber : Liputan6.com

 

Loading...