WASPADA ! Abu Gunung Merapi Bisa Sebabkan Infeksi Saluran Napas, Berikut Cara Mencegahnya

Apakah Gunung Merapi Di Sleman Akan Meletus?? Ini Kata Hanik Humaidah
Apakah Gunung Merapi Di Sleman Akan Meletus?? Ini Kata Hanik Humaidah
Bagikan :

BERITA RIAU, Jakarta Letusan freatik yang ditimbulkan gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta menimbulkan hujan abu di beberapa wilayah di sekitarnya. Kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan demi mencegah bahaya dari hujan tersebut.

Ini dikarenakan abu vulkanik yang jatuh ke permukaan cukup berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia.

“Yang pasti efeknya iritasi ke mata, saluran napas hidung. Abunya juga macam-macam, ada partikel besar ada yang kecil,” ujar spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan dr. Feni Fitriani Taufik, SpP.

“Kalau yang ukurannya di bawah dua setengah milimikron itu biasanya tertahan di saluran napas atas. Itu yang bisa masuk ke paru-paru,” kata Feni ketika dihubungi oleh Health Liputan6.com pada Jumat (11/5/2018).

Baca Juga:   Pasar di Pekanbaru akan Dikelola Swasta

Abu vulkanik sendiri menurut Feni cukup berbahaya bagi pernapasan. Beberapa dampaknya bagi kesehatan adalah batuk, seseorang menjadi rentan terkena infeksi saluran napas, bahkan bisa berbahaya bagi beberapa kelompok orang.

“Misalnya kalau yang lagi sakit jadi lebih berat, balita, anak kecil, orang lanjut usia, orang-orang dengan penyakit paru kronis, asma, atau orang dengan penyakit jantung kronis,” kata dokter yang juga Ketua Divisi Penyakit Paru di Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Untuk mencegahnya, masyarakat disarankan untuk memakai masker agar debu tidak masuk ke saluran pernapasan.

Baca Juga:   Demi Berkesempatan Di Piala Dunia, Timnas U-19 Harus Jungkalkan Jepang di Piala AFC?

“Sebisa mungkin menghindari. Kalau tidak ya pakai masker,” tambah Feni. Selain itu, petugas juga perlu melakukan evakuasi dan harus menyediakan posko-posko kesehatan untuk mempercepat proses pertolongan pada mereka yang terkena dampak erupsi.

“Pemerintah kan biasanya sudah bikin tuh di daerah-daerah yang agak jauh dari debu,” ujar Feni.

Feni juga mengatakan, apabila berada di dalam rumah, jagalah ruangan tetap steril dari debu.

“Kalau sudah masuk dalam rumah sebisa mungkin dibersihkan, dengan air, membuka ventilasi. Kalau tertutup jangan menyalakan kipas angin malah membuat debunya berputar,” kata Feni.

Baca Juga:   Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Normal, Setelaah Di Terjang Abu Gunung Merapi

Feni menambahkan, masyarakat juga harus menghindari merokok dalam keadaan seperti itu.

“Itu kan malah menambah polusi dalam rumah,” kata Feni.

Apabila memang Anda terpaksa harus keluar rumah, Feni menyarankan untuk lebih dulu melihat tingkat polusi yang ada.

“Perhatikan kondisi seperti jarak pandang untuk kontrol udara. Dengan lihat jarak pandang kan kita bisa melihat tingkat polusinya bagaimana,” ujar Feni.

 

Sumber : Liputan6.com



Be Smart, Read More