Mohon Dukungan, Riau Jadi Daerah Istimewa ?

Mohon Dukungan, Riau Jadi Daerah Istimewa ?

367
0
Mohon Dukungan, Riau Jadi Daerah Istimewa ?
Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa

BERITA RIAU, PEKANBARU– Riau merupakan daerah penghasil sumber daya alam potensial yakninya minyak dan gas.

Selain itu, ada hasil tambang lain seperti emas dan hasil laut yang melimpah, ditambah hasil perkebunan seperti sawit dan karet.

Sumber daya alam paling menonjol adalah sektor migas, kekayaan minyak Riau membuat minyak Riau menjadi penyumbang 70 persen produksi minyak Indonesia pada tahun 1970-an.

Namun, masyarakat Riau masih sedikit merasakan hasil dari tanah kelahiran mereka itu.

Maka, munculah gerakan masyarakat guna menuntut kepada pemerintah pusat untuk diberikan hak istimewa.

Gerakan itu dimulai dengan adanya Gerakan Riau Merdeka yang dideklarasikan pertama kali pada tanggal 15 Maret 1999.

Perjuangan gerakan itu berlanjut kepada tuntutan menjadikan Riau sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus atau otsus.

Perjuangan ini dideklasarasikan Forum Nasional Perjuangan Rakyat Riau untuk Otsus (FNPRRO) pada tanggal 11 Januari 2007.

Kala itu Ketua Tim Formatur FNPRRO adalah H Syarwan Hamid.

Perjuangan itu pun terus dilakukan oleh tokoh-tokoh Riau yang di daerah dan pusat.

Ketika perjuangan tuntutan otsus itu sayup-sayup terdengar, kini muncul tuntutan baru yakni Riau menjadi daerah istimewa dengan nama Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam, mencakup dua provinsi yakni Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Suara perjuangan Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam (DINRD) ini disuarakan oleh Forum menuju Kongres Riau Istimewa (ForKerIs).

Sejak beberapa minggu lalu, spanduk mohon dukungan dan penandatangan petisi terpampang di depan kantor Gubernur Riau Jalan Jenderal Sudirman.

ForKerIs ini diketuai oleh Sulong A’dzam Shuhuf.

Menurut Sulong kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (11/7/2018), konsep dasar Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam muncul sejak tahun 2014 dan mulai disuarakan tahun 2016.

Sulong A’dzam Shuhuf seorang tokoh Riau yang pernah meraih Anugerah Sagang tahun 2017 melalui bukunya berjudul “Risalah Jebat” ini mengatakan, ForKerIs adalah persembahan untuk Negeri Riau yakni Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

ForKerIs bukanlah yang tergabung dalam anggota saja, sejatinya adalah semua rakyat Riau yang terus berjuang untuk menegakkan marwah Riau, terus berjuang untuk meraih keadilan dan kesejahteraan dan substantif bagi rakyat Riau, terus berjuang mendedah dan membelah berbagai kemalangan dann kesengsaraan yang  tak henti menimpa negeri ini.

Sulong menambahkan, mengenang dan berpedoman pada tonggak-tonggak 1956 dan 2000, seluruh elemen Rakyat Riau mari bersatu-padu kembali, menghimpun kebersamaan, kekuatan dan tekad dalam rangka perjuangan untuk memperoleh status khusus bagi negeri  ini.

Bagi Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, yang memang sudah seharusnya yakni, status Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam, melalui undang-undang Lex Specialis berupa Undang-undang Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam, dengan target pengesahan selambat-lambatnya tahun 2020,” ungkap Sulong.

#Rekomendasi :   Apa Kata Kemendagri Soal Pemberhentian Gubernur Riau

“Keprihatinan kami bahwa sejak reformasi dan sejak KRR II, Riau tidak juga mengalami perubahan pada kemajuan dan kesejahteraan yang berarti, yang lebih bersifat substansial. Sementara itu, pemerintah pusat tidak juga menaruh penghargaan yang selayaknya, meski telah berkali-kali berjanji,” ungkap Sulong.

Kondisi kenegaraan pada masa kini, lanjut Sulong,  menunjukkan gejala-gejala yang sangat mengkhawatirkan, hampir di segala bidang.

Faham-faham terlarang seperti dibiarkan berkembang, ekonomi (neo)kapitalis-liberal yang sesungguhnya haram menurut konstitusi kian merajalela, serta situasi politik dan sosial masyarakat mengalami penjungkir-balikan sistem-sistem nilai.

“Maka kami berpendapat, kiranya sekaranglah saat yang tepat untuk kembali melanjutkan perjuangan rakyat Riau dalam upaya meraih kesejahteraan yang bermarwah dan bermartabat. Untuk mencapai itu, ForKerIs menawarkan kepada seluruh peneraju negeri, tooh agama, tokoh masyarakat dan adat, tokoh pemuda dan mahasiswa, tokoh profesi dan politisi, serta seluruh rakyat Riau untuk segera kembali berhimpun guna melaksanakan Kongres Riau Istimewa (d/a KRR III), sebagai kelanjutan yang logis dan berkesinambungan dari KRRR II (2000) dan KRR I (1956), sebagai wadah dan lembaga perjuangan Rakyat Riau,” papar Sulong.

Pokok-pokok fikiran dalam Daerah Istimewa Negeri Riau Darussalam ada sembilan yakni,

1. “Menyatukan kembali ”Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (KepRi) dalam Negeri Riau Darussalam;

2. Adanya pengakuan dan pengesahan dari Pemerintahan Pusat bahwa secara bersama-sama Riau dan KepRi merupakan Daerah Istimewa, yang disebut sebagai Negeri Riau Darussalam atau DINRD;

3. Pengakuan sebagai Daerah Istimewa ini bukan semata karena besarnya kontribusi Riau dan KepRi dalam bidang ekonomi (sumberdayaalam), tetapi juga dalam konteks kesejarahan, kebudayaan, Bahasa Indonesia, dan posisinya yang sangat strategis;

4. Mengelaborasi kearifan Melayu dalam pemerintahan daerah dan lingkungan masyarakat;

5. Membentuk MPA (MajelisPermusyawaratanAgung) sebagai representasi dari kearifan Melayu dalam sistem pemerintahan;

6. Mengembalikan hak-hak masyarakat adat atau asli dan tanah-tanah ulayat, termasuk hak-hak tradisional Suku Akit atau Suku Orang Laut;

7. Meraih hak-hak ekonomi yang layak dan berkeadilan bagi DINRD;

8. Meningkatkan SDM dan kesejahteraan masyarakat secara substantif, bermarwah, dan bermartabat;

9. Menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Dalam spandung yang terpampang di depan kantor Gubernur Riau juga tercantum ajakan dukung dan tandatangani Petisi pembentukan Daerah istimewa negeri riau darussalam

 

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.