1 Di Antara 2 Polisi Korban Penembakan di Tol Cipali Meninggal Dunia

177
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
1 Di Antara 2 Polisi Korban Penembakan di Tol Cipali Meninggal Dunia
Petugas gabungan langsung melakukan olah TKP di lokasi penembakan dua anggota PJR Ditlandas Polda Jabar KM 224 Tol Pejagan Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

BERITA RIAU, Jakarta – Polri berduka atas meninggalnya Aipda Anumerta Dodon Kusgianto yang menjadi korban penembakan orang gak dikenal (OTK) di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dodon meninggal setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit.

Kabar duka tersebut dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia menuturkan, almarhum Dodon mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 09.00 WIB tadi.

“Pukul 10.30 WIB sudah diantarkan ke rumah duka di Cirebon,” ujar Dedi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Baca Juga:   Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Warga Di Himbau Untuk Tidak Mendekat Radius 2 Kilometer

Dodon meninggal setelah dirawat intensif bersama satu rekannya Aiptu Widi Harjana di RS Mitra Plumbon, Cirebon. Berdasarkan informasi, almarhum mengalami luka tembak di bagian dada dan rahang.

Dodon dan Widi yang merupakan anggota patroli jalan raya (PJR) Ditlantas Polda Jawa Barat saat itu tengah berpatroli di Tol Cipali 223-400, Jumat 24 Agustus 2018 malam. Saat berada di KM 224, dia ditembak oleh tiga OTK yang duduk di pinggir tol.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebelumnya menduga, pelaku penembakan memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris Jamaah Anshor Daulah (JAD).

Baca Juga:   Pria Asal Sungai Tengah Ini Miliki 11 Paket Sabu dan Sebutir Ekstasi

“Saya belum bisa memastikan. Tapi kemungkinan besar itu kelompok JAD. Karena orangtua yang bersangkutan ini pernah ditangani Densus, kelompok JAD di Cirebon,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 27 Agustus 2018.

Hanya saja Setyo tak mengungkapkan lebih detil peran orangtua diduga pelaku penembakan tersebut dalam kasus terorisme. Apalagi JAD di Cirebon terbilang paling eksis.

“JAD banyak sih kegiatan itu. Cirebon itu cukup signifikan kalau masalah ini. Inget waktu salat Jumat di bom di Polresta,” katanya.

Polisi masih mengejar tiga pelaku penembakan polantas tersebut. Setyo menduga pelaku terluka setelah sempat mendapat tembakan balasan dari Ipda Anumerta Dodon. Namun mereka berhasil melarikan diri.

Baca Juga:   Catat Tanggalnya, Polri Gelar Operasi Ketupat Lebaran 8-25 Juni 2018

Dia juga mengonfirmasi kemungkinan besar pelaku sempat berobat di salah satu rumah sakit di Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

“Kemungkinan betul (tertembak). Sebab sempat ada yang melihat dan mau berobat di Rumah sakit di Slawi kan. Mohon dukungannya semoga terungkap,” ucap Setyo.

 

Sumber : Liputan6.com