Berkat Pakai Bahan Baku Lokal Investasi Riau Masih Terjaga

Bagikan :

BERITA RIAU, PEKANBARU – Nilai tukar dolar Amerika Serikat kian hari makin tinggi, bahkan Senin (8/10/2018) pagi, terpantau Rp.15.100.

Rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat tentunya berpengaruh langsung terhadap sebagian besar ekonomi Indonesia. Bisa juga terhadap dunia investasi.

Kondisi investasi di Riau sendiri sampai sejauh ini masih tetap terjaga atau belum terdampak kenaikan dolar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, Evarefita kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (8/10/2018).

“Belum terlalu berdampak, karena sebagian besar investor di Riau mereka masih banyak menggunakan bahan baku lokal,” jelas Eva.

Eva pun menyebutkan, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Riau juga terlihat belum terpengaruh atau terdampak gejolak dolar.

Bahkan pantauan DPMPTSP Riau di sistem Online Single Submission (OSS), kondisi investasi di Indonesia bahkan masih tetap berjalan cukup baik.

Baca Juga:   Menurut BMKG Stasiun Pekanbaru Jarak Pandang Pagi Ini di Pekanbaru 1 Kilometer Berkabut dan Kualitas Udara Sedang

“Kita kan ada pergantian sistem namanya OSS, sekarang untuk melihat kondisi investasi Indonesia terpusat jadi satu di OSS ini,” ungkap Eva.

Sampai saat ini, untuk memastikan kembali, DPMPTSP Riau masih dalam penghitungan investasi yang masih dalam tahap realisasi.

Adapun kondisi yang mungkin dihadapi para investor di Riau karena harga dolar kata dia, terkendala pada pengiriman mesin-mesin atau peralatan yang digunakan dalam keperluan usahanya.

“Tapi sejauh ini dari laporan LKPM (Lembaga Koordinasi Penanaman Modal Riau) yang kita terima itu belum terlalu ada kendala yang dihadapi investor. Apalagi selama ini mereka (investor, red) dapat keringan fiscal atau keringanan masuknya (masin-masin atau paralatan, red),” ujarnya.

“Kalau bahan baku sama sekali belum terpengaruh, karena kita kebanyakan adalah perkebunan, CPO dan itu kan dari kita sendiri. Justru kalau kondisi seperti ini, kalau mereka eksport kan mendepatkan keuntungan yang lebih tinggi,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:   Mobil Mendadak Saat Berada di Area Bandara Internasional SSK II Pekanbaru

Eva mengaku, pihaknya masih terus memperbaharui data kondisi dunia invetasi di Riau dari 12 kabupaten dan kota yang ada.

Triwulan tiga, target invetasi Riau masih dalam perjalanan. Bila menyesuaikan target investari Riau sebesar 3,1 persen terhadap porsi nasional atau sebesar Rp23,64 triliun selama 2018, DPMPTSP Riau mencatat investasi di Riau pada Januari sampai Juni 2018 telah mencapai sebesar Rp.12,87 triliun atau 54,44 persen.

Realisasi tersebut masing-masingnya diperoleh dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,68 trliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp9,18 triliun.

“Itu target memang bukan kita yang buat, tapi BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Direncanakan data realisasi terget baru keluar November 2018, memang RTRW sudah jalan di kita, namun kabupaten belum jalan, jadi masih ada ijin kabupaten kota yang belum keluar. Yang jelas saat ini kita masih dalam on target,” katanya.

Baca Juga:   Hari Ini Disdukcapil Pekanbaru Akan Distribusikan KTP Elektronik

Eva menyebut, sejauh ini investasi di Riau masih tetap didominasi oleh 16 sektor.

Berdasarkan data capaian semester I 2018, diurutan pertama diperoleh dari sektor tanaman pangan dan perkebunan, diikuti industri makanan, indusri barang kimia dasar, barang kimia dan farmasi, konstruksi, dan diurutan terakhir dari industri alat angkutan dan transportasi lainnya.

“Palm and Paper kita masih akan tetap naik, masih on the way progres sekitar 20 T mereka akan kucurkan lagi untuk eskspansinya,” terang Eva.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com



Be Smart, Read More