Timses Jokowi Menyebut Hanya Pendukung Prabowo Garis Keras yang Tidak Terpengaruh Hoaks Ratna Sarumpaet

120
0

Berita Pekanbaru - Berita Riau
Bagikan :
Timses Jokowi Menyebut Hanya Pendukung Prabowo Garis Keras yang Tidak Terpengaruh Hoaks Ratna Sarumpaet
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding (kanan). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 BERITA RIAU, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, menilai wajar bila kabar hoaks yang dibuat aktivis Ratna Sarumpaet dianggap turut memengaruhi perolehan suara pasangan capres- cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

“Itu wajar. Karena berita soal hoaks ini, masif dan menjadi perbincangan sampai pada lapisan masyarakat bawah. Saya ke daerah-daerah, itu yang dibahas, yang ditanya itu menyangkut itu. Ya itulah akibat yang terjadi jika kita coba bermain-main seperti itu,” ucap Karding, Senin, 8 Oktober 2018.

Dia menegaskan, hanya pendukung garis keras Prabowo-Sandiaga yang tidak akan terpengaruh dengan adanya kasus Ratna Sarumpaet itu.

Baca Juga:   Polda Metro Kembali Periksa Saksi Terkait Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet

“Bisa jadi memang, pendukung Pak Prabowo, terutama yang keras dan loyal tidak berubah, tetapi sulit untuk bertambah dengan kasus hoaks Ratna Sarumpaet,” jelas Karding.

Dia meyakini bahwa ini akan berpengaruh ke swing voter. Di mana tak akan memilih Prabowo-Sandiaga.

“Bisa jadi yang (suara) swing, yang ngambang gitu, kemungkinan besar sangat kecil bergabung ke Pak Prabowo. Dia akan cenderung bergabung ke Pak Jokowi atau untuk memilih netral, misalnya,” ungkap Ketua DPP PKB ini.

Karding menilai, masyarakat sudah tak suka dengan model politik yang mengedepankan hoaks.

Baca Juga:   Terjadi Lagi Kebakaran,Kebakaran Rumah di Tenayan Raya, Korban Terbangun Melihat Api Kemudian Menyelamatkan Anak dan Istri

“Masyarakat kita yang pertama, masyarakat timur, yang secara umum sangat tidak suka kalau, cara-cara berbohong itu ditampilkan sebagai bagian daripada kampanye. Yang kedua, karena pemberitaan ini begitu masif dan bisa jadi persepsi publik memang dinyatakan ini dilakukan oleh tim kampanye, diduga gitu,” pungkasnya.

Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, kasus hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet berpengaruh negatif terhadap elektabilitas calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

“Citranya jadi negatif dan citra negatif itu mempersulit Prabowo menarik pemilih yang belum menentukan pilihan. Itu dugaan saya ya,” kata Djayadi.

Baca Juga:   kebohongan Ratna Sarumpaet Akan Berdampak Pada Peta Pemilih di Pilpres Mendatang

“Itu problem, karena Prabowo dalam survei mengalami ketinggalan,” tambah dia.

Meski demikian, kasus Ratna Sarumpaet menurutnya tidak akan mengubah pilihan pendukung loyal dari Prabowo. “Isu itu tidak akan membuat pemilih Prabowo berpaling, lari,” ucap Djayadi.

 

Sumber : Liputan6.com

Loading...